Tuesday, 19 February 2019

Prabowo-Sandi Janji Pulangkan TKI Bermasalah

Senin, 11 Februari 2019 — 19:28 WIB
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Rahayu Saraswati (yendhi)

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Rahayu Saraswati (yendhi)

JAKARTA – Pasangan Capres Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berkomitmen memulangkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengadu nasib di luar negeri terutama yang bermasalah.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Rahayu Saraswati di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019). Menurutnya, tidak hanya TKI namun Tenaga Kerja Wanita (TKW) juga dipulangkan jika bermasalah.

Jika Prabowo dan Sandiaga memenangi Pilpres 2019, kata Rahayu, berkomitmen memulangkan TKI dan TKW bermasalah secara bertahap setelah didata.

“Tentunya salah satu hal yang diutamakan adalah pendataan dari PMI (pekerja migran Indonesia) baik prosedural maupun non prosedural memastikan berapa banyak yang harus kita pulangkan,” ucap Rahayu.

Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Gerindra ini mengatakan, saat ini ada ribuan TKI dan TKW yang bermasalah. Namun, Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai pihak yang bertanggungjawab terkena kuota yang dibatasi memulangkan 70 ribu TKI bermasalah.

“Dan selalu ada lebih banyak yang belum dipulangkan artinya apa? Artinya anggarannya yang saat ini dianggarkan walapun kami di komisi VIII selalu memperjuangkan kepada Kementerian Sosial itu Kementerian Sosial yang mengajukan ke kita dan mereka hanya bisa diberikan segitu oleh Kementerian Keuangan dan Bappenas dan itu memang salah satu PR terbesar kita,” kata Rahayu.

Tidak hanya sekedar memulangkan para TKI dan TKW yang bermasalah, namun Prabowo dan Sandiaga akan mengoptimalkan penyediaan lapangan kerja di Indonesia agar masyarakat tidak perlu mencari nafkah ke negeri orang. Sebab, kaya Rahayu, banyak TKI lantaran minimnya lapangan kerja di Indonesia.

“Kita akan menciptakan lapangan kerja di Indonesia. Saya sebagai salah satu aktifis anti perdagangan orang di mana salah satu isu adalah TKI kita tahu mengapa banyak TKI di luar negeri, menjadi tenaga migran di negara lain, ya karena kurangnya lapangan kerja di Indonesia,” papar Rahayu.

Tidak hanya itu, nantinya akan ada bantuan pemodalan dan pendampingan usaha melalui program OK OCE agar masyarakat bisa memgembangkan usaha di dalam negeri. (Yendhi/b)