Thursday, 19 September 2019

Soal Cawagub DKI, Saatnya PKS Bersikap Kepada Gerindra

Senin, 11 Februari 2019 — 18:05 WIB
Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu

Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu

JAKARTA – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, Partai Gerindra tidak ada alasan lagi menunda penetapan dua nama Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Mengingat berbagai mekanisme yang diajukan partai besutan Prabowo Subianto telah dipenuhi. Mulai dari uji kelayakan, pengenalan ke fraksi-fraksi di DPRD DKI hingga Forum Group Discussion (FGD) telah dilakukan.

Menurut Adi, bola panas penentuan dua nama Cawagub DKI yang diusung PKS kini berada di tangan Partai Gerindra. “Semua proses negosiasi telah dipenuhi PKS dalam tahapan penentuan dua nama Cawagub DKI. Jadi tidak ada alasan lagi bagi Partai Gerindra untuk menunda menandatangani dua kandidat yang akan diajukan ke Gubernur Anies,” ucap Adi, Senin (11/2/2019)

(Baca: PKS Pastikan Penyerahan Nama Cawagub ke Gubernur DKI Batal)

Adi khawatir penundaan yang dilakukan Partai Gerindra berimbas pada mesin politik di koalisi nasional. Dimana koalisi PKS dengan Partai Gerindra dalam memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno akan terhambat di Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Bisa saja PKS menghentikan mesin politiknya karena berlarutnya penentuan Cawagub. Jelas ini sangat merugikan Prabowo dan Sandiaga di Pilpres. Mengingat Jakarta merupakan salah satu lumbung suara bagi pasangan nomor urut 02 tersebut,” katanya

Adi menambahkan sudah seharusnya PKS mengambil sikap dalam hal ini. Mengingat PKS bukanlah partai sembarangan yang memang mempunyai basis massa yang cukup besar. Salah satunya di Jakarta.

“Penentuan Cawagub ini bagian dari komitmen politik antara PKS dan Gerindra. Jadi jangan sampai polemik perebutan kursi DKI 2 menjadi bola salju yang merambah pada koalisi nasional hingga ke tingkat-tingkat daerah,” paparnya.

Untuk mengatasi ini, Adi menilai jika perlu ada pertemuan pimpinan di tingkat pusat kedua partai tersebut untuk menyelesaikan polemik ini.

“Jangan sampai berlarut-larut malah akan merugikan Prabowo-Sandiaga dalam kancah Pilpres April mendatang,” tandasnya.

Seperti diketahui, rencana penyerahan dua nama Cawagub ke Gubernur Anies yang sedianya dilakukan Senin (11/2/2019) kembali tertunda.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengaku sedang berada di luar kota. Oleh karena itu, dia belum bisa menandatangani surat berisi dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI yang direkomendasikan tim panelis uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

Taufik menyampaikan, penandatanganan surat berisi dua nama cawagub itu baru akan dilakukan pekan depan. Dia belum bisa memastikan hari penandatanganan surat itu.

Padahal surat itu harus ditandatangani terlebih dahulu oleh pimpinan Gerindra dan PKS DKI Jakarta sebelum diserahkan ke Anies untuk kemudian diteruskan ke DPRD DKI Jakarta.

Adapun tim panelis sudah dan rekomendasi dua nama cawagub kepada Gerindra dan PKS pada Jumat malam. Dua nama itu berasal dari tiga kandidat yang mengikuti fit and proper test, yakni kader PKS Abdurrahman Suhaimi, Agung Yulianto, dan Ahmad Syaikhu.

Sementara tim panelis yang menguji mereka yakni Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif, peneliti LIPI Siti Zuhro, pakar kebijakan publik Eko Prasodjo, dan pengamat politik Ubedilah Badrun. (cw6/b)