Monday, 19 August 2019

Desak Penutupan Kamp Konsentrasi

Turki Sebut China Lakukan Hal Memalukan Bagi Umat Manusia

Senin, 11 Februari 2019 — 14:00 WIB
Muslim Uighur. (reuters)

Muslim Uighur. (reuters)

TURKI – Turki menyebut Cina telah melakukan hal yang “Memalukan bagi umat manusia”. Hal ini berkaitan dengan perlakuan mereka terhadap minoritas Uighur.

Seorang pejabat Turki mengatakan lebih dari satu juta kaum Uighur ditahan di “kamp konsentrasi” Tiongkok dan hal tersebut bukan rahasia lagi. Beijing mengakui ada kamp tersebut, namun mereka menyebutnya sebagai pusat pendidikan ketrampilan, dan belum mengatakan berapa banyak orang di sana.

Tindakan keras keamanan oleh orang Cina terhadap warga Uighur di wilayah barat laut Xinjiang meningkat, setelah kerusuhan 2009. Banyak warga Uighur melarikan diri, termasuk ke Turki yang merupakan negara yang memiliki bahasa dan budaya mirip dengan yang ada di Xinjiang.

Dilansir Sky News, juru bicara kementerian luar negeri Turki Hami Aksoy mengklaim populasi Muslim Turki menghadapi tekanan dan “asimilasi sistematis” di Cina barat. Dan tindakan Cina telah dilihat oleh beberapa kritikus sebagai upaya untuk memberantas bahasa dan identitas Uighur yang terpisah.

Menurut Aksoy,  Turki telah mendesak pihak berwenang untuk menutup fasilitas penahanan dan demi menghormati hak asasi manusia.

Dia juga mengatakan negaranya telah mengetahui kematian salah satu narapidana paling terkenal Abdurehim Heyit yang merupakan musisi dan penyair Uighur, yang memainkan instrumen dua senar dutar. Namun, kematiannya belum dikonfirmasi secara independen.

“Tragedi ini semakin memperkuat reaksi opini publik Turki terhadap pelanggaran hak asasi manusia serius yang dilakukan di wilayah Xinjiang. Kami mengharapkan tanggapan sah ini diperhitungkan oleh otoritas Cina. Kami dengan penuh hormat memperingati Abdurehim Heyit dan semua saudara kami yang kehilangan nyawa karena mempertahankan identitas Turki dan Muslim mereka,” ujar Aksoy. (mb)