Friday, 26 April 2019

Alotnya Memilih Cawagub DKI

Selasa, 12 Februari 2019 — 4:57 WIB

SUDAH lima bulan lebih kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong setelah ditinggal Sandiaga Uno pada Agustus 2018 yang maju sebagai cwapres. Sejak itu pula Anies Baswedan terpaksa menjadi pejabat tunggal memimpin di Ibukota, mulai dari membuat kebijakan, memantau ke lapangan serta tugas kedinasan lainnya.

Sebagai partai pengusung, Gerindra dan PKS sama-sama berhak mengajukan nama cawagub. Namun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah memutuskan menyerahkan kursi orang nomor dua di DKI kepada PKS. Namun sampai detik ini kursi cawagub tetap masih kosong.

Tarik ulur siapa yang bakal mendampingi Anies, membuat tanda tanya besar yang tak kunjung terjawab. Belum pernah ada penentuan pejabat pengganti pejabat lama sealot ini. Sebagai contoh, ketika Joko Widodo meninggalkan jabatan gubernur dan Basuki Tjahaja Purnama naik menjadi orang nomor satu di Jakarta, dalam waktu singkat kursi wagub sudah terisi.

Sebagai partai yang di ‘jatah’ kursi wakil gubernur, PKS sejak jauh hari telah menjalankan mekanisme dan menyiapkan dua kadernya, Agung Yulianto dan Achmad Syaikhu. Belakangan, dua fraksi di DPRD DKI menolak kedua nama tersebut dengan alasan bukan berasal dari Jakarta.
Padahal, Jokowi juga bukan berasal dari Jakarta saat mencalonkan diri menjadi Cagub DKI.
Ibarat sebuah drama, babak lainnya masih berlanjut. Dewan menolak hanya dua nama yang diusulkan, dan PKS pun mengajukan nama Muhammad Ubaidillah sebagai kandidat ketiga. Syarat lainnya, harus dilakukan fit and propert tes, dilanjutkan dengan penilaian tim panelis Forum Group Discussion (FGD). Ini rangkaian proses yang dulu tidak dialami Djarot Syaiful Hidayat saat akan menjadi Wagub DKI.

Meski alot, semua mekanisme ini sudah dilalui ketiga kandidat. Dua nama, Syaiku dan Agung lolos dan nama ini akan disodorkan ke Anies sebelum digelar rapat paripurna DPRD. Tapi meski semua mekanisme sudah dijalankan, nama cawagub belum juga sampai ke meja Anies. Tunggu apa lagi.

Alotnya memilih Wagub DKI menimbulkan persepsi buruk di masyarakat. Lima bulan digodok, nama cawagub belum juga. Ada apa? Padahal masyarakat sudah lama menanti. Karenanya tuntaskan masalah ini segera. **