Saturday, 17 August 2019

Demi Kembalinya Sertifikat Rela Dibayar Pakai Syahwat

Selasa, 12 Februari 2019 — 6:44 WIB
yangpenting

KASIHAN betul nasib Yuliati, 30, dari Surabaya ini. Gara-gara punya suami pelit, dia terpaksa pinjam uang dengan jaminan sertifikat. Giliran suami ngaku kehilangan sertifikat, Yuliati menebusnya pakai imbalan syahwat buat rentenir. Ternyata ketahuan juga. Maka Yuliati jadi rugi dua kali. Sudah kehormatan ternoda, masih dicerai suami pula.

Jika ada surveinya, mungkin akan dicatat bahwa kaum hawa lebih pelit ketimbang kaum adam. Sebab perempuanitu punya perhitungann jelimet. Nawar barang pun telaten sekali, hanya demi ada pengurangan harga seribu dua ribu. Tapi dalam prakteknya, banyak juga lelaki yang jauh lebih pelit ketimbang kaum wanita. Ibarat kata, BAB-nya ada kacangnyapun diambillagi.

Salamun, 35, mungkin tercatat sebagai manusia terpelit se kota Surabaya. Bagaimana tidak? Buat istri saja dia sangat perhitungan mengeluarkan uang. Bayangkan, meski gaji dia cukup besar, tapi beri belanja ke istri seminggu hanya Rp500.000,-Bila ada kekurangan, untuk minta tambahan anggaran selalu ditolak. Katanya, tunggu persetujuan DPR dulu.

Yang bikin Yuliati tambah ngenes, dia ingin mengajak ibunya yang ada di kampung tinggal bersamanya, ditolak mentah-mentah. Katanya, jika ada mertua otomatis anggaran rumah tangga akan membengkak. Padahal bagi Yuliati, dengan mengajak ibu bersamanya, bisa mengawasi ibunya yang mulai menua dan lemah tenaga.

Tapi karena suami menolak, dia tak berani memaksakannya, meski suami model Salamun betul-betul nggak umum. Bagaimana bisa, pada ibu mertua kok demikian perhitiungan. Padahal kata orang bijak, menantu harus berterimakasih pada mertua.
Sebab diatelah berjasa dengan merelakan putrinya buat menemani tidur, buat tambaanget atau pengobat dingin. Coba, tanpa anak mertua, apa mungkin mengusir dingin pakai kompor?

Demikianlah peruntungan Yuliati. Untuk menambah penghasilan sehingga bisa kirim duit keorangtua, satu-satunya harus bisa cariduit sendiri. Karenanya diam-diam menggadaikan sertifikat rumah untuk modal usaha
Dan dari usaha itu benar-benar Yuliati tiap bulan bisa kirim uang ke kampung dari hasil keuntungannya.

Tapi tiba-tiba Salamun opyak kehilangan sertifikat. Tentu saja Yuliati kelabakan. Untuk sementara dia bisa bilang, “Keselip saja itu, nanti saya carinya pelan-pelan!” Maka diam-diam Yuliati segera menghubungi rentenir untuk meminta kembali sertifikat tersebut, meski utang belum lunas.

Kebetulan sang rentenir lelaki mata keranjang. Melihat Yuliati yang seksi dan cantik, dia siap mengembalikan sertifikat asal ditebus dengan pelayanan ranjang dulu. Rp 25 juta dengan pelayanan sekali itu sudah murah sekali. Sebabartis VA sekali kencan laku Rp 80 juta. “Jadi sampeyan beruntung ketemu saya,” kata sang rentenir seenak udelnya.

Dalam kondisi kepepet lantaran takut dicerai suami, Yuliati terpksa melayani meski sistim kejar tayang. Tapi celakanya, beberapa hari kemudian barter sertifikat dengan syahwat itu ketahuan Salamun. Tentu saja suami marah dan Yuliati segera diceraikan tanpa pembagian harta gono gini.

Makanya, kalau mau mengatasi masalah, tanya Kantor Pegadaian dulu. (gunarso.ts)