Tuesday, 19 February 2019

Dua Terduga Pemerkosa di Pagedangan Sudah Saling Kenal Dengan Korban

Selasa, 12 Februari 2019 — 16:49 WIB
Pelaku yang ditangkap (anton)

Pelaku yang ditangkap (anton)

TANGSEL – Dua pelaku pemerkosaan terhadap gadis dibawah umur, warga Pagedangan yang ditangkap dan dihadiahi timah panas,  oleh tim vipers Polres Tangsel ternyata sudah saling kenal serta kerap nongkrong bareng sambil pesta miras.

“Mereka baik korban maupun dua pelaku yaitu Suhro Wardi alias SW (29),  warga Kamp. Ciakar Hilir RW 03, Kec Pagedangan dan Saiful, (24), warga Kamp. manutung,  Legok sudah saling kenal sejak setahun lalu,” kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan yang  didampingi Kasat Reskrim setempat AKP Alexander Yurikho,  Selasa (12/2/2019).

Kejadian itu bermula saat teman korban yaitu Selvia dan NTA menjemput korban untuk bermain atau nongkrong ditempat mereka berkumpul sekitar 18 Januari 2019.

yurikho2

Ternyata di lokasi tempat kumpul sudah ada pelaku yang telah siap dengan miras kemudian mereka melakukan pesta miras bersama sama.

Usia melakukan pesta miras,  korban ingin pulang kemudian ditawarkan untuk diantar bersama dua pelaku. Dalam perjalanan pulang tersebut dua pelaku kemudian menghentikan laju sepeda motor di lokasi yang sepi di Desa Medang Lestari, Kec. Pagedangan serta menyuruh turun korban yang sudah mabuk miras.

Melihat hal itu,  tambah AKBP Ferdy Irawan,  kemudian dua pelaku secara bergiliran memperkosa korban. Usai melampiaskan napsu bejatnya pelaku kemudian mengantar korban hingga dekat rumah dan melarikan diri.

Korban kemudian melaporkan perbuatan ke dua pelaku kepada orang tuanya serta melanjutkan laporan tersebut ke Polres Tangsel.

Setelah menerima laporan,  jajaran Polres Tangsel melakukan penyidikan dan pengejaran kepada dua pelaku yang buron.

Tidak berapa lama ke dua pelaku berhasil diamankan namun saat ingin ditangkap petugas mereka sempat melawan dan kabur dari kejaran  petugas, hingga diberikan tembakan peringatan serta ditembak  bagian betis kaki ke dua pelaku.

Atas perbuatan keduanya, Polisi menyangkakan pasal 81 Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. (anton/tri)