Monday, 19 August 2019

Hujan Deras Guyur Semarang, Pemilik Salon Tewas Terbawa Tanah Longsor

Selasa, 12 Februari 2019 — 14:08 WIB
Tim gabungan saat melakukan upaya pencarian  korban.(suatmadji)

Tim gabungan saat melakukan upaya pencarian korban.(suatmadji)

SEMARANG –  Pemilik salon “Teen” yang terletak di bantaran sungai di Jalan Bumi Rejo, Banyumanik, Kota Semarang yang menjadi korban longsor ditemukan tewas, Selasa(12/2/2019) .

Korban adalah Sri Murtini (45), sebelumnya terseret arus sungai di belakang salonnya saat hujan deras nengguyur kawasan itu pada Senin sore(11/2/2019).

Saat hujan deras , korban bermaksud melihat kondisi air sungai di belakang salonnya. Tetapi naas, saat korban bermaksud menengok ke belakang , mendadak bagian belakang bangunan salon miliknya roboh lantaran tanahnya longsor tergerus arus arus sungai yang saat itu meluap karena guyuran hujan deras .

Diduga korban terperosok masuk sungai dan terseret arus sungai yang cukup deras . Kejadian itu sontak mengagetkan warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi musibah .

Tim SAR gabungan dari BPBD, Pemadam, Polsek, Koramil, PMI, SARDA, Buser, Ubaloka dikerahkan untuk mencari korban. Tim dibagi menjadi tiga unit dikerahkan untuk menyisir sungai hingga jarak 6 km dari lokasi longsor. Upaya pencarian dilakukan hingga Senin malam , tetapi wanita pemilik salon itu belum ditemukan .

Humas Basarnas Jawa Tengah, Zulhawary Agustianto mengatakan, Selasa pagi proses pencarian kembali dilakukan. Mulai pukul 07.00 WIB tim SAR dikerahkan untuk menyusuri sungai.

“Ada tim yang melakukan penyelaman di titik yang diduga terdapat korban. Dan dua tim melakukan penyirisan hingga jarak 6 km dari lokasi longsor,” terangnya.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil . Korban Sri Murtini , warga Perum P4A, Pudakpayung, Semarang itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Tim gabungan menemukan Sri di sungai daerah perbatasan antara Kelurahan Jabungan, Tembalang, Semarang dan Kelurahan Kalikayen, Ungaran Timur, Kab Semarang pada Selasa (12/2/2019) pagi ini, sekitar pukul 9.39 WIB.

“Jenazah sudah ditemukan di wilayah Jabungan dan saat ini dibawa menuju rumah duka,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Agus Harmunanto.

Jenasah korban ditemukan sekitar 8 kilometer dari lokasi musibah karena terbawa arus sungai yang deras (suatmadji/tri )