Tuesday, 19 February 2019

Ini Tiga Langkah PSI untuk Lawan Intoleransi

Selasa, 12 Februari 2019 — 9:03 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie.

JAKARTA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, mengungkapkan tiga agenda partai untuk melawan intoleransi di dalam negeri. Hal ini disampaikan Grace di Festival 11 Yogyakarta yang bertempat di Graha Pradipta Jogja Expo Center pada Senin, (11/2/2019) malam.

Dalam pidato politik berjudul “Musuh Utama Persatuan Indonesia”, Grace menegaskan PSI akan menjadi sayap politik kaum nasionalis, kaum noderat yang ingin mengembalikan toleransi di negeri ini.

“Pertama, di tingkat nasional PSI akan mendorong deregulasi aturan mengenai pendirian rumah ibadah. PSI akan mendorong penghapusan Peraturan Bersama Menteri Mengenai Pendirian Rumah Ibadah” jelas Grace di hadapan sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari pengurus, kader, dan simpatisan PSI.

(BACA: PSI: Tak Boleh Ada Lagi Penutupan Paksa Rumah Ibadah!)

Menurutnya, Peraturan Bersama Menteri mengenai pendirian rumah ibadah pada praktiknya dapat membatasi prinsip kebebasan beragama. PSI menganggap aturan ini sering disalahgunakan untuk membatasi bahkan mencabut hak konstitusional dalam hal kebebasan beribadah.

PSI, imbuhnya percaya bahwa kampanye toleransi juga harus diwujudkan dalam bentuk gerakan parlementer. Salah satunya adalah untuk menghapus peraturan tersebut melalui lembaga perwakilan nantinya. “Kedua, PSI akan mencegah lahirnya undang-undang atau peraturan daerah diskriminatif,” tegasnya.

Mantan news presenter itu menambahkan, PSI menghormati kesetaraan agar setiap warga negara bisa melangsungkan kehidupannya tanpa adanya diskriminasi. Karena itu, perda yang bersifat diskriminatif harus segera dicegah.

“Ketiga, kami akan mendorong aparat keamanan serta birokrasi agar lebih tegas dalam menghadapi kasus intoleransi,” pungkas Grace. (ikbal/mb)