Saturday, 17 August 2019

Kok Gampang Emosi, Ya?

Selasa, 12 Februari 2019 — 6:33 WIB
nangis

SUAMI istri marah lempar barang, prang! Biasanya yang jadi korban adalah barang rumah tangga yang ada di rumah. O, yang paling sering, piring, gelas yang gampang diraih dan melayang di udara atau beradu dengan benda lain.

Ya, itu bisa dilakukan oleh siapa saja bagi orang yang gampang emosi. Daripada menganiaya sesamanya, lebih baik banting barang, katanya. Kalau ada duit, barang bisa dibeli lagi. Kata sebagian dari mereka yang kadung emosi dan merusak barang ketika marah.

Ini ada kisah nyata seorang lelaki muda merusak motornya ketika ditilang oleh polisi. Kasus yang terjadi di Tangerang Selatan itu viral di medsos, pekan lalu. Tidak jelas mengapa si pemuda yang kala itu bersama kawan wanitanya itu sebegitu emosinya. Padahal kan hanya soal tilang, kok marahnya nggak alang kepalang? Sangat kelewatan, sampai merusak motor?

Nampak si pemuda itu mencabik-cabik motornya dan melempar serpihannya dan membanting kuda besinya itu sampai tunggang langang. Dengan alat apa saja termasuk batu yang dia temui untuk menghancurkan motornya itu. Si pemuda malah seperti nggak mendengar jeritan si cewek.

Ya, kita memang nggak tahu apa problem yang sedang dihadapi si lelaki muda itu, mengapa emosinya sebegitu meledak-ledak. Sekali lagi, nggak tahu masalah sang lelaki muda yang sedang meremukan motornya itu.

Namun belakangan, lelaki bernama Adi Saputra itu tidak segarang ketika merusak kuda besinya. Dia menangis minta maaf di hadapan petugas polisi yang membawa dia ke ranah hukum. Dengan tuduhan berlapis, sebagai penadah barang curian, surat bodong dan merusak barang bukti. “ Saya mohon maaf, saya tidak akan mengulangi lagi,” ujarnya dengan terbata-bata.

Ya, soal hukum serahkan pada yang berwajib. Tapi bahwa kelakuan Adi yang mengundang perhatian masyarakat, bisa saja terjadi pada orang lain. Banyak orang di jalanan meluapkan emosinya dan bertindak sangat merugikan. Gara-gara senggolan saja,marah lalu merusak kendaraan atau menganiaya. Namun belakangan menyesal dan minta ampun! -massoes