Monday, 19 August 2019

Menag : TMMD TNI Tidak Hanya Membangun Bersifat Fisik Tapi Juga Non Fisik

Selasa, 12 Februari 2019 — 16:57 WIB
Menteri Agama  RI Lukman Hakim Saifuddin (rizal)

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin (rizal)

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, manunggalnya  TNI dengan rakyat dalam kegiatan Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 tahun 2019 tidak hanya membangun pembangunan desa yang bersifat fisik.  Tapi juga bersifat  non  fisik.

Hal tersebut disampaikan Menag Lukman Hakim pada acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TMMD ke 104 tahun 2019 di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

“Harapannya tentu bisa lebih berkualitas. Jadi tidak hanya hal-hal yang sifatnya fisik saja membangun desa, tapi yang tidak kalah pentingnya yang non fisik,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan fisik dan non fisik adalah hal terpenting dalam membangun ketahanan desa sebagai unit terkecil dari negara. Sehingga keutuhan dan persatuan NKRI bisa terjaga dengan baik.

Oleh karena demikian, kata dia, TNI memiliki modal untuk merawat keutuhan NKRI melalui TMMD.

“TNI itu manunggal, bersatu dengan masyarakat. Itu senantiasa bisa terjaga bisa terpelihara dengan sebaik-baiknya, maka dalam konteks Indonesia keberadaan TNI yang seperti itu luar biasa, modal yang luar biasa,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Mayor Jenderal TNI Bakti Agus Fadjari berterima kasih kepada Kemenag RI telah membantu terlaksananya TMMD tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Pak Menteri untuk daerah-daerah bencana ada bantuan khusus dari Pak Menteri, ini yang luar biasa dari Kementerian Agama,” ujarnya.

“Atas nama masyarakat juga kami berterima kasih dan juga harapan kami partisipasi dari seluruh masyarakat untuk membantu khususnya di daerah bencana,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tema rakornis TMMD kali ini yaitu “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat dan Semangat Gotong Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam mewujudkan Ketahanan Nasional”.

Antara lain rehab tempat ibadah, kegiatan fisik pembangunan, juga dukungan kitab suci, sekaligus mensinergikan kegiatan ini dengan KKN atau KKL mahasiswa yang ada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 30 hari mulai tanggal 26 Februari sampai 27 Maret 2019 dengan menerjunkan 50 Satgas terdiri dari personel TNI, Polri, Kementerian, dan lembaga Pemerintahan Kementerian serta masyarakat yang terbesar di 50 Kabupaten Kota, 72 Kecamatan dan 77 Desa. (rizal/tri)