Sunday, 21 April 2019

Pemerintah Buru Sisa Gaji TKW Diah di Yordania

Selasa, 12 Februari 2019 — 13:58 WIB
Edi Hardum

Edi Hardum

JAKARTA – Tenaga kerja Indonesia (TKW) Diah Anggraini (36), yang disembunyikan majikannya selama 12 tahun di Yordania, masih menyisakan gaji belum dibayar  9000 Dolar AS  atau setara Rp126 juta dengan kurs Rp 14000/Dolar AS.

“Itu (sisa gaji) hak TKW yang  tidak boleh dipotong dengan alasan apapun. Seharusnya, bahkan, gaji yang tidak dibayar majikan tetap dicover BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Edi Hardum SH MH, analis ketenagakerjaan, Selasa (12/2/2019).

Dijelaskannya, TKW Diah asal Kedungkandang, Malang, kabur dari  majikannya di Amman, Yordania, ke Konjen RI di Amman, Minggu (10/2/2019). Sejak diberangkatkan PT Safina Daha Jaya pada 5 Oktober 2006, Diah hilang kontak dan hak-hak sebagai pekerja.

Ia kini menetap di Griya Singgah KBRI Amman atas rekomendasi Dubes Andy Rachmiyanto & Atase Ketenagakerjaan Hadi Suseno. “Dokumen saya tidak diurus majikan sejak 2014, dan saya senang bisa bicara dengan keluarga,” ujarnya kepada Dubes Andy, kutip Edi Hardum.

 Usut Tuntas

Di bagian lain, analis Edi Hardum mengungkapkan perlunya kasus ini diusut, sebab akibat munculnya kasus TKW Diah. Mulai perusahaan pemberangkatan, proses administrasi keberangkatan hingga pengembalian sisa gajinya Rp126 juta.

“Di sinilah diuji koordinasi ego sektoral saat menghadapi persoalan kemanusiaan anak bangsa di negara lain, sesuai amanat UU nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia,” tutupnya seraya menyebut tidak ada alasan belum ada ke-24 aturan turunan yang belum dituntaskan Menaker Hanif Dhakiri. (rinaldi/tri)