Tuesday, 19 February 2019

Safari ke Pasar Tradisional, KPP Kampanyekan Jokowi-Ma’ruf

Selasa, 12 Februari 2019 — 14:01 WIB
Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad (kemeja abu-abu, kacamata) saat safari pemenangan Jokowi-Ma'ruf di pasar. (yendhi)

Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad (kemeja abu-abu, kacamata) saat safari pemenangan Jokowi-Ma'ruf di pasar. (yendhi)

JAKARTA – Usai melakukan deklarasi dukungan di beberapa daerah, Komite Pedagang Pasar (KPP) kembali melakukan safari pemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Wilayah Cirebon, Jawa Barat.

Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad mengatakan safari dilakukan untuk mengkampanyekan dan memenangkan pasangan capres nomor urut 01.

“Aksi safari ini adalah aksi lanjutan dari yang sudah kami lakukan di beberapa wilayah Indonesia sebelumnya, sebagai bentuk terima kasihnya seluruh pedagang kepada Bapak Presiden Jokowi yang mampu menstabilkan harga-harga di pasar tradisional, sekaligus banyaknya respon dari pedagang di berbagai daerah se-Indonesia yang memilih dan mendukung Jokowi Ma’ruf,” kata Rosyid, Selasa (12/2/2019).

Dia menjelaskan, dalam kunjungannya ke Cirebon bersama pengurus KPP Cirebon mengunjungi beberapa pasar diantaranya Pasar Sumber Kabupaten Cirebon dan Pasar Minggu Palimanan. Tidak lain untuk mempromosikan Jokowi sebagai presiden yang merakyat dua periode.

“Sejak Jokowi menjadi presiden banyak pasar-pasar tradisional yang mengalami revitalisasi yang menguntungkan para pedagang dan konsumen, hal itu sebagai bentuk perhatian bapak Jokowi terhadap pedagang dan pasar agar lebih penghasilan bertambah dan ekonomi kerakyatan berkembang,” kata Rosyid.

Dirinya juga mengatakan selama ini banyak harga pangan bahan pokok yang mengalami penurunan harga. Terlebih infrastruktur yang dibangun mempermudah dan cepatnya distribusi pangan bahan pokok yang menguntungkan pedagang.

“Dari segi pembangunan baik pasar dan infrastruktur jalan banyak pedagang yang diuntungkan, banyak infrastruktur jalan yang dibangun jadi mudah dan cepat distribusi pangan bahan pokok, biaya distribusinya mengecil dan pembangunan pasar tradisional agar bisa bersaing dengan mol,” papar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Rosyid juga menyempatkan datang ke Pondok Pesantren Al-Jauhariyah Bale Rante Cirebon bertemu Pengasuh Pesantren Kiai Haji Muhammad Faqih yang didaulat oleh para pengurus KPP Cirebon sebagai dewan penasihat KPP Cirebon.

“Selain ke pasar juga ke pesantren pesantren karena saya alumni santri pesantren, yang banyak mempunyai hubungan emosional dengan para kiai pengasuh pesantren se Indonesia, dalam hal ini seluruh pengurus Komite Pedagang Pasar (KPP) di wilayah menjadikan ulama sebagai dewan penasehat,” tandas Rosyid. (yendhi/yp)