Sunday, 17 February 2019

Warga Kampung Rambutan Berharap Anies Penuhi Janji Ahok

Selasa, 12 Februari 2019 — 22:30 WIB
Banjir di wilayah Ciracas yang terjadi pada Senin (11/2) malam. (Ifand)

Banjir di wilayah Ciracas yang terjadi pada Senin (11/2) malam. (Ifand)

JAKARTA – Warga Jalan Hadidji Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, mengharapkan pembangunan waduk di wilayahnya direalisasikan. Pasalnya, air dari kali Cipinang kerap meluap dan menggenangi pemukiman mereka seperti yang terjadi Senin (11/2) malam.

Syamsudin, 42, warga sekitar mengatakan, warga sangat mengharapkan pemerintah memperhatikan lingkungan tempat tinggal mereka. Pasalnya, bila hujan turun, air kerap tergenang hingga setinggi 1,5 meter. “Pokoknya kalau hujan di Bogor, pasti Kali Cipinang meluap. Imbasnya yang rumah kami yang terendam,” katanya, Selasa (12/2).

Menurut Syamsudin, selain karena Kali Cipinang yang tak mampu menahan air, banjir yang melanda karena hilangnya daerah resapan yang kini dijadikan kompleks perumahan. Akibatnya, saat ini ratusan rumah yang ada kerap tergenang bila hujan lebat. “Dulu di sini ada sawah buat resapan air, tapi sekarang sudah jadi kompleks warga. Sejak saat itu, banjirnya selalu tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Syamsudin, sempat ada wacana pembangunan waduk oleh Pemprov DKI pada 2017. Waduk itu dinilai bisa untuk mengatasi banjir di pemukiman yang sudah puluhan tahun ia tempati. “Waktu jaman Ahok tadinya mau dibangun waduk di dekat sini. Tapi enggak tahu kenapa sampai sekarang enggak ada kabarnya. Kami berhadap meski beda gubernur pembangunan waduk tetap dilakukan ,” sambungnya.

Atas kondisi yang selama ini terjadi, lanjut Syamsudin, ia bersama warga lainnya berharap wacana pembangunan waduk tersebut bisa segera direalisasikan. Pasalnya, selama ini belum terlihat upaya dari pemerintah di wilayahnya untuk mengatasi banjir yang selama ini terjadi. “Padahal daerah ini juga langganan banjir, cuma kurang mendapat perhatian,” ungkapnya.

Syamsudin mengaku, memang banjir yang selama ini terjadi dinilai hanya lewat saja. Pasalnya, air yang sebelumnya meluap, dalam empat sampai lima jam berikutnya pasti surut. “Kami berharap banjir di daerah kami bisa menghilang. Ya salah satu caranya dibuatkan waduk,” terangnya.

Warga lain, Hendra, 39, berharap setidaknya ada pembangunan saluran untuk mengatasi derasnya aliran air yang meluap dari Kali Cipinang. “Di jalan yang sesudah Kali Cipinang itu enggak ada saluran. Maka, airnya deras ke semua jalan, bahkan masuk ke rumah warga,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah lebih tangkas dalam menangani permasalahan yang bertahun-tahun membebani warga ini. Terlebih, tempat tinggalnya dekat dengan kantor kelurahan yang pastinya melihat lebih dekat kondisi yang ada. “Harusnya pemerintah kasih solusi, jangan ketika banjir saja datang dan mengecek warga,” keluh Hendra.

Sekedar informasi, selama ini pemprov DKI melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) memang saat ini tengah giat-giatnya membangun waduk. Tercatat ada tiga waduk seperti Rambutan 1 dan 2, hingga waduk Kaja, yang ada disepanjang Kali Cipinang dan dalam tahap pembangunan.

Namun, pembangunan tiga penampungan air raksasa itu, hingga kini belum membuahkan hasil. Pasalnya, hujan yang mengguyur Senin (11/2) kemarin, masih membuat ratusan rumah di wilayah Rambutan terendam banjir. (Ifand/b)