Sunday, 25 August 2019

Ketua PA 212 jadi Tersangka, Jangan Dipolitisir

Rabu, 13 Februari 2019 — 20:27 WIB
Penanggungjawab Reuni Akbar Mujahid 212, Slamet Ma'arif (tengah)

Penanggungjawab Reuni Akbar Mujahid 212, Slamet Ma'arif (tengah)

JAKARTA – Penetapan Ketua PA 212 Slamet Maarif sebagai tersangka oleh Polda Jawa Tengah jangan dipolitisasi. Ini disampaikan oleh Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi).

“Kami meminta semua pihak melihat rangkaian peristiwa ini secara bijak bahwa ada persoalan hukum di dalamnya,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr. Edi Hasibuan, Rabu (13/2/2019).

Menurut Edi, pihaknya berpandangan ini murni masalah hukum dan bukan bentuk kriminalisasi kepada ulama.

Mantan anggota Kompolnas ini menambahkan, jika melihat kasus secara jernih, polisi mengambil sikap karena ada dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal sesuai yang dilaporkan Bawaslu.

Melihat ada fakta hukum, polisi lalu melakukan penyelidikan dan meningkat pada tahap penyidikan dan menetapkan Slamet Maarif sebagai tersangka.

Walau Slamet ditetapkan jadi tersangka atas tuduhan pelanggaran pasal 280 dan pasal 276 uu no 7 thn 2017 Tentang Pemilu, doktor ilmu hukum ini meminta semua pihak tetap memegang praduga tak bersalah terhadap Slamet Maarif.

Dalam menangani kasus ini dia minta polisi profesional dan harus bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa tidak ada kriminalisasi seperti tuduhan yang diisampaikan pihak lainnya. (tiyo)