Tuesday, 20 August 2019

Panglima TNI: Pesantren Berperan Perangi Kemiskinan dan Kebodohan

Rabu, 13 Februari 2019 — 0:41 WIB
TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,   silaturahmi dengan keluarga besar Ponpes Nahdlatul Ulum, Soreang,

TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, silaturahmi dengan keluarga besar Ponpes Nahdlatul Ulum, Soreang,

JAKARTA -Pesantren juga berperan menyiapkan umat yang bersatu membangun bangsa, memperkuat persatuan dan kesatuan, memerangi kemiskinan dan kebodohan serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman untuk hidup berdampingan dengan seluruh komponen bangsa lainnya.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di hadapan sekitar 1.000 santri dan santriawan saat silaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Ulum, Soreang, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa malam (12/2/2019).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, ulama, santri dan pondok pesantren dewasa ini memiliki peran yang sangat penting karena umat menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. “Tanpa bimbingan yang baik dari para ulama, tanpa adanya santri yang menjadi contoh, umat Islam dapat kehilangan arah atau bahkan hanya menjadi buih di lautan,” ujarnya.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan bahwa setiap pesantren dipandang sebagai samudera ilmu, dimana santri mempelajari ilmu agama dibimbing oleh pengasuh pondok. “Di pesantren kita tidak hanya menjalankan perintah untuk menuntut ilmu, tetapi juga sekaligus memperdalam pengetahuan agama dan mengamalkannya,” ucapnya.

“Di pesantren pulalah kita dapat memahami ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, rahmatan lil alamin,” tambahnya.

Panglima TNI mengatakan pula bahwa kemajuan yang ada saat ini harus disikapi dengan baik oleh umat Islam dengan cara membangun umat yang berkualitas. “Umat yang berkualitas adalah umat yang mengamalkan Islam secara kaffah sekaligus membina diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan wawasan. Umat Islam yang berpengetahuan akan menjadi umat yang sejahtera dan unggul,” jelasnya.

Menyikapi berbagai isu dan permasalahan, umat Islam harus dewasa. “Saya katakan demikian karena kita harus melihat setiap masalah dengan kepala dingin, hati yang jernih dan jiwa yang lapang, agar tidak mudah terbakar amarah, terhasut dan bahkan diadu domba,” tuturnya.

“Di sinilah peran penting pondok pesantren, ulama, dan para santri untuk mendorong masyarakat menjadi masyarakat yang maju dalam ke-Bhinneka Tunggal Ika-an,” tegasnya.

Turut hadir pada silaturahmi tersebut diantaranya, Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Hanif Dhakiri, Kapolri Jenderal. Tito Karnavian, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Hamidin, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, AG. Dr. Sanusi Baco, LC. (*/b)