Thursday, 22 August 2019

Pemotong Hewan di DKI Disertifikasi

Rabu, 13 Februari 2019 — 18:25 WIB
Petugas Sudis KPKP Jakarta Barat memeriksa kondisi hewan di satu lokasi penampungan di Cengkareng.  (rachmi)

Petugas Sudis KPKP Jakarta Barat memeriksa kondisi hewan di satu lokasi penampungan di Cengkareng. (rachmi)

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta melakukan sertifikasi terhadap pemotong hewan. Hal tersebut dilakukan agar hewan hasil pemotongan higienis dan memenuhi unsur religius. Sebelum sertifikat gratis diberikan, pemotong hewan diberikan pelatihan khusus.

“Kami ingin meningkatkan pemahaman agar pemotongan hewan dilakukan sesuai ketentuan dan higienis,” ujar Sri Hartamu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Ia menjelaskan program pelatihan dan persertifikatan tersebut bekerjasama dengan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Tahap awal menyelenggarakan pelatihan pemotongan hewan untuk konsumsi dilakukan di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat.

Dalam pelatihan Gelombang I yang berlangsung hingga 15 Februari 2019 diikuti 140 peserta. Rinciannya, 120 peserta untuk pemotongan unggas dan 20 lainnya mengikuti pelatihan pemotongan sapi atau kerbau.

Sri menjelaskan, pelatihan diberikan meliputi teori dan praktik yang mencakup aspek religius dalam penyembelihan hewan, manajemen kerja, higiene sanitasi, kondisi hewan, persiapan peralatan penyembelihan, kompetensi teknik penyembelihan, dan uji kompetensi.

“Usai pelatihan mereka akan diberikan sertifikat kompetensi,” katanya.

Ia menambahkan, tahun ini akan melaksanakan pelatihan sebanyak tujuh gelombang dengan menghadirkan instruktur-instruktur yang memang berkompeten. “Pelatihan dalam tujuh gelombang itu ditargetkan selesai Mei mendatang,” tandasnya.

Dengan pelatihan dan pensertifikatan tersebut maka, warga yang akan mengkonsumsi daging baik jenis burung atau sapi dan kerbau terjamin kesehatan dan kegagalannya. (john/yp)