Sunday, 25 August 2019

Bantah Istana, Rizal Ramli: Pengurangan Kemiskinan Era Jokowi Paling Lambat

Kamis, 14 Februari 2019 — 17:15 WIB
Rizal Ramli (rizal)

Rizal Ramli (rizal)

JAKARTA – Ekonom senior Rizal Ramli membantah pernyataan kalangan lingkaran Istana yang menyatakan angka kemiskinan Indonesia di era Presiden Jokowi saat ini paling rendah dalam sejarah Indonesia.

Sebelumnya, pernyataan itu disampaikan oleh Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) Darmawan Prasodjo yang menyebut, angka kemiskinan Indonesia saat ini paling rendah dalam sejarah Indonesia yang diiringi dengan berkurangnya pengangguran terbuka.

RR, sapaan akrab Rizal Ramli yang juga mantan Menko Ekuin ini mengatakan, bahwa angka kemiskinan pada zaman kepemimpinan Gus Dur berkurang rata-rata 5,05 juta per tahun, era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebanyak 570 ribu per tahun, Megawati 550 ribu per tahun.  “Zaman Jokowi hanya 480 (ribu),” tegasnya, Kamis (14/2/2019).

RR mengatakan, angka kemsikinan memang mencapai satu digit atau 9,66 persen. Akan tetapi, kecepatan pengurangan kemiskinan era Jokowi dinilai paling lambat.

“Speed mengurangi kemiskinan paling lambat di pak Jokowi. karena tidak ada sinkroninasi. Petani disuruh kerja, terus impor gede-gedean, ugal-ugalan itu bikin miskin,” ucapnya.

Sebelumnya, Darmawan merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, jumlah penduduk miskin Indonesia berada pada September 2018 sebanyak 25,67 juta orang atau menurun sebanyak 280 ribu orang dari posisi Maret 2018 25,95.

Secara presentase angka kemiskinan RI turun dari 9,82 persen menjadi 9,66 persen. “Kemiskinan paling rendah sepanjang sejarah Indonesia, pengangguran terbuka juga menurun,” jelas Darmawan. (rizal/win)