Wednesday, 24 April 2019

Begini Kronologis Penangkapan Jupiter Fortissimo

Kamis, 14 Februari 2019 — 15:56 WIB
Instagram Jupiter Fortissimo

Instagram Jupiter Fortissimo

JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Jupiter Fortissimo belum lama menempati rumah kos di kawasan Tomang, Jakarta Barat, lokasi ia dan seorang kurir narkoba ditangkap, Senin (11/2/2019).

Menurut Argo, Jupiter baru seminggu menempati rumah kos tersebut. Sebelumnya,  Jupiter beberapa kali berpindah-pindah lokasi tempat tinggal.

“Saat penangkapan, JF dan Eko ada di lantai satu. Mau angkat lemari yang mau ditaruh di kamarnya lantai empat,” ujar Argo.

Polisi lalu menggeledah tempat kejadian perkara hingga ke lantai empat. Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan barang bukti sabu yang disimpan di tempat kacamata.

(BACABeli Sabu Rp400 Ribu, Jupiter Pinjam Rp100 Ribu untuk Beli Roti)

“Saat dilakukan penangkapan kami didampingi ketua RT setempat. Penyidik dan ketua RT naik ke kamar lantai empat, dan dilakukan penggeledahan. Kemudian ditemukan di laci meja di kamarnya, sebuah tempat kaca matayang berisi sabu seberat 0.47 gram,” terang Argo. “Kemudian dibawah kami menemukan tabung kaca yang digunakan untuk menggunakan sabu dan masih ada sisa-sisa (sabu) disana,” lanjutnya.

Begitu mendapati barang bukti berupa sabu, polisi pun langsung melakukan pengecekan tubuh. Dari tersangka Eko, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 2.04 gram.

Argo menjelaskan, kalau barang haram yang dimiliki oleh Jupiter itu didapatkannya dari Eko seharga Rp400 ribu. Sementara Eko mengaku barang tersebut didapatkannya dari tersangka bernama Jefri yang juga sudah diamankan.

Dari tangan Jefri polisi berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 28.9 gram. “Kemudian kita introgasi Jefri dan ada ada tersangka (baru) B yang masih buron,” katanya.

Dari penggeledahan di kamar kos Jupiter, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa kotak kaca mata, dua plastik klip berisi sabu berisi 0.53 gram, satu buah cangklong, satu set alat penghisap sabu, dua buah korek api gas, selembar uang Rp100 ribu, dan sebuah telepon genggam. (cw2/mb)