Thursday, 22 August 2019

Jaring jebol, Jumhana Harapkan Warga Tak Buang Sampah di Saluran

Kamis, 14 Februari 2019 — 16:35 WIB
aring sampah di Jatiasih yang jebol. (chotim)

aring sampah di Jatiasih yang jebol. (chotim)

BEKASI –  Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan sosialisasi menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk, harapan agar masyarakat lebih peduli pada saluran.

“Kita tak pernah bosan menghimbau agar tidak membuang sampah di saluran. Karena dampaknya bisa ke mana-mana,” kata Jumhana Lutfi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kamis (14/2).

Ia  menanggapi jebolnya ram penahan sampah di Jatiasih. Ram ini jebol pekan lalu karena tak kuat menahan sampah saluran. Meski diakui, kekuatan jaring juga dianggap kurang kuat.

Menurutnya, yang lebih penting adalah pola hidup masyarakat untuk peduli kepada saluran. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Lutfi menyebut bentuk sampah yang dibuang berupa sampah rumah tangga. Namun ada juga sampah liar seperti ranting pohon. Jadi jika pola kepedulian masyarakat sudah tumbuh maka diharapkan beban kebersihan kali atau saluran akan ringan.

Diberitakan sebelumnya, jeruji penahan sampah atau ram di Jatiasih ini jebol akhir bulan lalu. Setelah diperbaiki kembali terulang karena tak kuat menahan sampah saat air penuh.

“Saya sudah ngira, kagak bakalan kuat nahan sampah. Arusnya khan kenceng,” kata Nuryanto, warga Jatirasa, saat itu.

Pemasangan jaring sampah masuk dalam program kali bersih. Pemasangan jaring sampah di perbatasan wilayah juga dimaksudkan agar tahu asal sampah.

Warga sempat mempertanyakan fungsi jaring karena dianggap tidak tepat. Pasalnya jaring sampah bisa berdampak membuat banjir di wilayah sekitar.  (chotim/tri)