Wednesday, 24 April 2019

Perceraian di Tangerang Memprihatinkan, Kampung Samawa jadi Solusi

Kamis, 14 Februari 2019 — 6:10 WIB
Sosialisasi program Kampung Samawa Kota Tangerang untuk menekan angka perceraian. (Awang)

Sosialisasi program Kampung Samawa Kota Tangerang untuk menekan angka perceraian. (Awang)

TANGERANG – Terus meningkatnya angka perceraian dari tahun ke tahun, membuat Pemkot Tangerang, Banten merasa prihatin.

“Kalau masyarakat tau aturan, etika dan moral bagaimana membangun suatu keluarga yang sejahtera pasti bisa kita tekan,” ujar Wakil Walikota ,Sachrudin, Rabu (13/2/2019).

Sebagaimana tercatat di Pengadilan Agama Kota Tangerang, sepanjang tahun 2018, terdapat kasus perceraian baik talak maupun gugat 3.005 pasangan. Beragam sebab, dari masalah ekonomi hingga perselingkuhan maupun KDRT menjadi penyebab perceraian. Angka perceraian tersebut meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya.

Pemkot Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) membuat program untuk menekan angka perceraian.

Dihadiri 200 tokoh agama dan masyarakat di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota, digelar acara Sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Rabu (13/2/2019).

Dalam sambutannya, H. Sachrudin yang membuka acara menjelaskan, sosialisasi KKBPK adalah langkah konkret Pemkot Tangerang menekan angka perceraian. Lebih jauh, dia mengatakan, tindaklanjut dari sosialisasi tersebut ialah dengan dibentuknya Kampung Samawa yang merupakan bagian dari Program Kampung Kita yang sedang digalakkan oleh Pemkot Tangerang.

“Kampung ini menekankan cara berkeluarga dan bermasyarkat dengan memahami nilai-nilai agama,” imbuhnya.

Plt Kepala Dinas P3AP2KB Kota Tangerang Iis Aisyah mengungkapkan harapannya terkait pembentukan Kampung Samawa ialah tidak ada lagi kasus KDRT, berkurangnya angka perceraian, dan perbaikan sistem pola asuh anak.

“Pokoknya harus mencakup nilai-nilai beragama, tanggung jawab orang tua terhadap pemenuhan hak anak, ditambah pemerintah yang menyediakan ruang bermain dan membaca,” tuturnya.

Iis menambahkan, pihaknya akan membangun Kampung Samawa di 26 kelurahan, untuk itu ia meminta kerjasama dari seluruh perwakilan tokoh masyarakat yang hadir.”Kita ajak masyarakat terlibat, sebagai mitra kita. Mereka menyampaikan maksud dan tujuan program kita ke seluruh warganya dengan begitu InsyaAllah Kampung Samawa bisa terwujud,” tutup Iis.(Awang/b)