Thursday, 22 August 2019

Puluhan Pendemo Hadang Mobil Jokowi, Dibebaskan Setelah Sempat Dibawa ke Mapolda

Kamis, 14 Februari 2019 — 16:19 WIB
Pendemo eks karyawan PT Freeport dibawa dari Polda Metro

Pendemo eks karyawan PT Freeport dibawa dari Polda Metro

JAKARTA – Sebanyak 36 eks pegawai PT. Freeport Indonesia yang sempat ditahan di Polda Metro Jaya, telah dibebaskan.

Diketahui Rabu (13/2/2019) malam mereka demo di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Pendemo sempat menghadap mobil Presiden Jokowi yang baru keluar dari Istana.

Saat itu terjadi dorong-doronga dengan petugas. Namun tampak Jokowi sempat melayani dialog satu pendemo sebelum akhirnya mobil kepresidenan pergi.

Sebetulnya unjuk rasa yang mereka lakukan sudah melewati batas waktu, akhirnya 36 eks pegawai ini digiring ke Polda Metro Jaya pada pukul 23.00 WIB.

Berdasarkan pantauan poskotanews.com, mereka dibebaskan pukul 13.00 WIB. Dengan menumpangi satu truk polisi, mereka bergegas menuju Walikota Jakarta Pusat untuk mengambil barang-barang yang dititipkan di sana.

“Untuk mengambil barang-barang yang kemarin dari Monas. Jadi kemarin kan ada barang-barang, barang-barang kami banyak di dalam tenda, langsung mereka bongkar paksa dan masukkan ke dalam mobil dan barangnya di bawa ke walikota dan sekarang temen temen akan mengambil barangnya,” ujar perwakilan dari pengunjuk rasa, Eka Susiana, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Kamis (14/2/2019).

Rencananya setelah dibebaskan dan mengambil barang-barang, mereka akan melanjutkan aksi unjuk rasa di kawasan Monas.

“Mereka akan melakukan aksi unjuk rasa lagi untuk tetap menuntut keadilan. Ada 8.300 karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK),” imbuhnya.

(Baca: Pendemo Hadang Mobil Jokowi Ketika Keluar Istana)

Menurut Eka, para eks pegawai PT Freeport Indonesia ini akan terus melakukan aksi unjuk rasa hingga tuntutan mereka didengarkan dan mendapatkan jawaban. Adapun tuntutan mereka di antaranya penegakan UU Ketenagakerjaan.

“Hanya ingin ditegakan UU ketenagakerjaan terus mereka ingin dibuka juga rekening bank mereka dan BPJS mereka yang tidak bisa digunakan sampai saat ini. Jadi kita akan kembali tetap melanjutkan perjuangannya sampai kami menemukan jawabannya,” tegas Eka.

Diketahui, sebanyak 36 eks pegawai PT Freeport Indonesia dibawa ke Polda Metro Jaya pada Rabu (13/2/2019) pukul 23.00 WIB.

Alasannya, mereka melakukan aksi unjuk rasa melebihi batas waktu yang telah diatur dalam Peraturan Kapolri No.9 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan, dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

“Sesuai dengan Undang-undang penyampaian pendapat di muka umum, kegiatan harus dilakukan sampai pukul 18.00 WIB. Kita negosiasi, mereka tidak mau. Lalu, kita kasih interval waktu sampaio jam 19.00 WIB, jam 20.00 WIB, sampai jam 23.00. Mereka tidak mau (bubar). Ya jam 11.00 tadi malam kita bawa ke Polda Metro Jaya kita introgasi,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono ditemui terpisah.

Menurutnya, saat proses introgasi, polisi mencoba memberikan pemahaman dan penjelasan kalau ada batas waktu dalam menyampaikan pendapat di tempat umu.

“Sementara dalam tahap introgasi sambil kita beri pemahaman tentang U Penyampaian pendapat di muka umum. Jam 18.00 harus sudah selesai,” pungkasnya. (cw2/b)