Thursday, 22 August 2019

Wanita Muda Gabung ISIS Jika Kembali ke Inggris Terancam Dapat Hukuman

Jumat, 15 Februari 2019 — 19:41 WIB
Shamima Begum saat berusia 15 tahun saat pergi ke Suriah pada tahun 2015. (reuters)

Shamima Begum saat berusia 15 tahun saat pergi ke Suriah pada tahun 2015. (reuters)

INGGRIS– Perempuan Inggris, Shamima Begum, yang melarikan diri ke Suriah saat masih pelajar untuk bergabung dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) dapat dicegah kepulangannya ke Inggris, kata menteri dalam negeri Inggris.

“Pesan saya jelas,” kata Sajid Javid kepada koran The Times: “Jika Anda mendukung organisasi teroris di luar negeri saya tidak akan ragu mencegah kepulangan Anda.”

Dia menambahkan jika Shamima Begum, 19 tahun, memang pulang maka dia dapat dihukum.

Begum, yang sedang hamil, mengatakan kepada koran tersebut bahwa dia tidak menyesal tetapi dirinya ingin melahirkan di Inggris.

“Kita harus ingat bahwa pihak-pihak yang meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan Daesh (ISIS( adalah sangat membenci negara kita,” kata Javid.

“Jika Anda berhasil kembali, Anda harus siap ditanyai, diselidiki dan kemungkinan dihukum.” Itulah peringatan menteri dalam negeri Inggris.

Timbulkan ‘ancaman serius’

Javid menambahkan terdapat sejumlah langkah yang tersedia untuk “menghentikan orang-orang yang kemungkinan merupakan ancaman serius untuk kembali ke Inggris, termasuk mencabut kewarganegaraan Inggris atau melarang mereka memasuki negara.”

Pihak-pihak berwenang di London juga dapat mengawasi kemungkinan kembalinya Begum lewat Perintah Pengeluaran Sementara.

Aturan hukum kontroversial ini melarang warga negara Inggris untuk pulang kecuali mereka sepakat untuk diselidiki, diawasi dan jika perlu, dideradikalisasi.

Meskipun demikian Lord Carlile, mantan pengkaji independen hukum terorisme mengatakan, Begum kemungkinan harus diterima kembali ke Inggris jika dia tidak menjadi warga negara di negara lain.

Berdasarkan hukum internasional, tidak mungkin membuat seseorang tidak berkewarganegaraan.

Apakah Shamima Begum diizinkan kembali ke Inggris?

Analisis wartawan BBC, Dominic Casciani

Shamima Begum di mata hukum adalah seorang anak-anak saat menyatakan dukungan kepada ISIS.

Dan jika dia masih di bawah 18 tahun, pemerintah berkewajiban untuk mengambilnya dan memikirkan “kepentingan terbaik” anaknya yang belum lahir untuk memutuskan langkah terbaik selanjutnya.

Tetapi dia sekarang adalah orang dewasa yang tidak menyesal – yang berarti dia harus bertanggung jawab atas keputusannya, bahkan meskipun jika perjalanannya ke Suriah karena pengaruh orang lain dan diwarnai pelecehan.

Pengantin jihad Inggris lainnya, Tareena Shakil, yang keluar dari wilayah perang dengan anaknya, berbohong kepada pihak keamanan saat kembali dan dipenjara karena menjadi anggota kelompok teroris.

Jika Begum keluar dari negara ini, itulah jenis tuntutan yang akan dihadapinya – di samping mendorong dan mendukung terorisme.

Tetapi ini masih jauh. Jika dia berhasil mencapai bandara, Inggris dapat melarangnya sementara untuk kembali sampai dia setuju diselidiki, diawasi dan dideradikalisasi.

Dinas layanan sosial tentu saja akan terlibat untuk mempertimbangkan apakah bayinya nanti harus dipisahkan untuk melindunginya dari radikalisasi.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan koran the Times, Shamima Begum, yang kini berusia 19 tahun, menceritakan ia melihat “kepala yang dipenggal” di dalam tempat sampah. Dia mengaku “tidak merasa terganggu”.

Berbicara dari sebuah kamp pengungsi di Suriah, dia mengatakan dirinya saat ini sedang hamil sembilan bulan dan ingin kembali ke Inggris demi bayinya.

Dia mengaku sudah memiliki dua anak sebelumnya tetapi semuanya meninggal dunia.

ISIS telah kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah yang dikuasainya, termasuk pertahanan terakhir mereka yaitu Mosul di Irak dan Raqqa di Suriah.

Namun, pertempuran terus berlanjut di kawasan timur laut Suriah, tempat Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin kelompok Kurdi menangkap puluhan anggota kelompok militan dari negara-negara di luar Irak dan Suriah dalam beberapa pekan terakhir. (BBC)