Saturday, 23 March 2019

Direktur Liga Indonesia Baru Dicecar 21 Pertanyaan Penyidik Anti-Mafia Bola

Selasa, 19 Februari 2019 — 22:52 WIB
Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Risha Adi Wijaya (kedua dari kiri) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/2/2019). (Ist)

Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Risha Adi Wijaya (kedua dari kiri) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/2/2019). (Ist)

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Anti-Mafia Bola memeriksa Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Risha Adi Wijaya, Selasa (19/2/2019). Risha mengaku dirinya dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik.

Diketahui Risha diperiksa terkait laporan terhadap pemilik klub PS Mojokerto Putra (PSMP), Vigit Waluyo. “Hari ini dipanggil terkait laporan Vigit, tentang liga 2,” ujar Risha di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Ia mengaku, penyidik mencecar 21 pertanyaan kepada dirinya. Pertanyaan yang dilemparkan pun berkaitan dengan anggaran PT LIB pada penyelenggaran pertandingan sepak bola dalam Liga 2 Indonesia. Tak hanya itu saja, penyidik juga menanyakan seputar operasional kompetisi tersebut.

“Hari ini lebih condong membahas dari sisi anggaran LIB dan sisi operasional LIB. Pertanyaannya berpusat pada pengelolaan anggaran, kemudian dana didapat dari mana, dikelola seperti apa, itu yang ditanyakan. Termasuk operasionalnya dari kompetisi itu sendiri,” jelasnya.

Diketahui, Vigit Waluyo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor. Vigit diduga mengirimkan aliran dana sebesar Rp. 115 juta kepada tersangka Dwi Irianto alias Mbah Putih. Aliran dana tersebut guna memuluskan jalan PSMP dari Liga 3 ke Liga 2.

Namun hingga kini, Vigit masih berada di Jawa Timur. Di mana sebelumnya, Vigit tengah tersandung kasus korupsi dana pinjaman PDAM Delta Sidoarjo. Kasus tersebut merugikan negara sebesar Rp. 3 miliar. Akibatnya, kini Vigit mendekam di balik jeruji besi selama 1 tahun 6 bulan. (cw2/b)