Monday, 20 May 2019

Kamis, Jokdri akan Kembali Jalani Pemeriksaan

Selasa, 19 Februari 2019 — 13:12 WIB
Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, memenuhi panggilan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (18/2/2019). (cw2)

Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, memenuhi panggilan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (18/2/2019). (cw2)

JAKARTA – Pemeriksaan  terhadap Plt Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono akan dilanjutkan pada Kamis (21/2/2019).

Ketua Tim Media Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, karena  pertanyaan yang diajukan oleh penyidik masih belum rampung. Sehingga pemeriksaan akan dilanjutkan pada dua hari mendatang.

“Didalam rencana penyidikan ada 32 pertanyaan. Jadi setelah berjalannya waktu, penyidik baru sampai pertanyaan 17 ditutup. Itu jam 03.30 WIB karena yang bersangkutan menginginkan untuk ditutup terlebih dahulu,” ujar Argo di Mainhall Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/2/2019).

“Kemudian (pemeriksaan) akan dilanjutkan pada hari Kamis tanggal 21 Februari jam 10.00 WIB di Polda Metro Jaya,” imbuhnya.

Ia pun menjelaskan, pertanyaan yang dilemparkan oleh penyidik berputar pada peran Jokdri yang diduga sebagai dalang pengrusakan barang bukti dalam kasus pengaturan skor. Ia mengungkapkan kalau dalam keterangannya pada pemeriksaan, Jokdri pun mengakui telah menyuruh sejumlah orang umtuk melakukan pengrusakan barang bukti tersebut.

“Yang bersangkutan akan ditanya seputar  menyuruh orang untuk mengamankan laptop dan dokumen lain yang dalam posisi di police line, dan  penguasaan penyidik, dengan alasan untuk  mengamankan barang tersebut,” jelas Argo.

Diketahui Jokdri ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan barang bukti dalam kasus pengaturan skor pada Kamis (14/2/2019) lalu. Usai ditetapkan sebagai tersangka, penyidik pun langsung bergerak untuk melakukan penggeledahan di kediaman Jokdri yang berada di Apartemen Taman Taman Rasuna, Jakarta Selatan dan di ruang kerja Jokdri di kantor PSSI.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita 75 item dari kediaman Jokdri dan sembilan item lainnya dari ruang kerja pria tersebut.

Jokri diduga menjadi dalang dari pengrusakan dan pencurian barang bukti yang dilakukan oleh ketiga tersangka tersebut. Atas dugaan itu, status Jokdri pun ditingkatkan oleh penyidik Satgas Anti Mafia Bola. (cw2/tri)