Saturday, 23 March 2019

KPU Rilis 32 Nama Tambahan Caleg Eks Napi Korupsi

Selasa, 19 Februari 2019 — 13:21 WIB
Ketua KPU RI, Arief Budiman (kanan) dan Komisoner KPU Ilham Saputra saat umumkan tambahan daftar caleg eks napi kasus korupsi. (ikbal)

Ketua KPU RI, Arief Budiman (kanan) dan Komisoner KPU Ilham Saputra saat umumkan tambahan daftar caleg eks napi kasus korupsi. (ikbal)

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali merilis daftar nama calon anggota legislatif mantan narapidana kasus tindak pidana korupsi.

Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan penambahan daftar nama tersebut didapat dari KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota, setelah melakukan  proses verifikasi.

Diketahui sebelumnya pada 30 Januari 2019 KPU mengumumkan terdapat 16 caleg DPRD Provinsi, 24 caleg Kabupaten/Kota dan 7 caleg DPD yang berstatus eks napi kasus korupsi.

“KPU mengumumkan 32 nama calon legislatif dengan status mantan terpidana korupsi. Teman-teman di KPU Provinisi dan Kabupaten/Kota melakukan pencermatan lagi, pemeriksaan lagi, kemudian melaporkan kepada kami, ada beberapa data yang kemarin belum disampaikan oleh KPU provinsi dan kabupaten kota pada kita,” ujarnya di media center KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

Pada kesempatan sama, Komisioner KPU, Ilham Saputra menambahkan, penambahan daftar eks napi kasus korupsi hanya terjadi pada caleg DPRD Provinsi dan caleg DPRD Kabupaten/Kota.

“Yang baru itu ada sekitar 32 orang dari beberapa caleg DPRD provinsi dan caleg DPRD Kabupaten/Kota, tapi tidak ada penambahan untuk DPD, jadi DPD tetap 7 orang.
Penambahan itu terdiri dari 7 orang untuk caleg DPRD Provinsi dan 25 orang untuk caleg DPRD kabupaten kota,” ungkapnya.

Total hingga per 19 Februari, pada Pemilu 2019, terdapat 23 caleg DPRD Provinsi, 49 caleg DPRD Kabupaten/Kota, dan 7 caleg DPD RI yang merupakan mantan narapidana kasus korupsi.

Berikut rincian daftar caleg eks napi korupsi hingga 19 Februari 2019;

1. PKB: 30 Januari (nihil), 19 Februari (2 orang). Total 2 orang.
2. Gerindra: 30 Januari (6 orang), 19 Februari (nihil). Total 6 orang.
3. PDIP: 30 Januari (1 orang), 19 Februari (1 orang). Total 2 orang.
4. Golkar: 30 Januari (8 orang), 19 Februari (2 orang). Total 10 orang.
5. NasDem: 30 Januari (nihil), 19 Februari (nihil). Total 0.
6. Garuda: 30 Januari (2 orang), 19 Februari (nihil). Total 2 orang.
7. Berkarya: 30 Januari (4 orang), 19 Februari (3 orang). Total 7 orang
8. PKS: 30 Januari (1 orang), 19 Februari (1 orang). Total 2 orang.
9. Perindo: 30 Januari (2 orang), 19 Februari (2 orang). Total 4 orang.
10. PPP: 30 Januari (nihil), 19 Februari (3 orang). Total 3 orang.
11. PSI: 30 Januari (nihil), 19 Februari (nihil). Total 0.
12. PAN: 30 Januari (4 orang), 19 Februari (2 orang). Total 6 orang.
13. Hanura: 30 Januari (5 orang), 19 Februari (6 orang). Total 11 orang.
14. Demokrat: 30 Januari (4 orang), 19 Februari (6 orang). Total 10 orang.
19. PBB: 30 Januari (1 orang), 19 Februari (2 orang). Total 3 orang.
20. PKPI: 30 Januari (2 orang), 19 Februari (2 orang). Total 4 orang.

Caleg DPD RI berdasarkan Dapil
1. Aceh: 1 orang
2. Sumatera Utara: 1 orang
3. Bangka Belitung: 1 orang
4. Sumatera Selatan: 1 orang
5. Kalimantan Tengah: 1 orang
6. Sulawesi Tenggara: 3 orang
7. Sulawesi Utara: 1 orang. (ikbal/tri)