Saturday, 23 March 2019

Lahan Dikuasai Pemulung Pembangunan Kantor Damkar Batal

Selasa, 19 Februari 2019 — 23:24 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Pemprov DKI batal membangun kantor pemadam kebakaran di Jakarta Timur. Pasalnya lahan yang sedianya digunakan saat ini diduduki pemulung.

Padahal, anggaran pembangunan gedung kantor Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur itu cukup besar, mencapai Rp70,7 miliar. Dan lahannya sudah dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta sejak 2010.

Hal ini terungkap dalam rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta membahas anggaran Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) yang tidak terserap pada 2018. “Jangan karena ditakut-takuti terus kita enggak jadi bangun. Ini kan gimana? Masa kalah sama pemulung?” kata Anggota Komisi D DPRD DKI, Tandanan Daulay, Selasa (19/2/2019).

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI, Benny Agus Chandra menyayangkan pihaknya tak jadi membangun sebab pihak Pemkot Jakarta Timur tak berani menertibkan warga yang bermukim di atasnya.

“Kami menganggarkan ini tahun 2018 karena waktu itu diyakinkan bahwa lahannya sudah clear, sudah dipastikan ini milik kita,” kata Benny. Namun seiring berjalannya waktu, penertiban tak juga dilakukan. Warga dibiarkan menduduki lahan itu.

DIANGGARKAN 2018

Benny menambahkan lokasi pembangunannya masih diduduki oleh pemulung. Namun penertiban katanya juga tidak didukung kepolisian karena lahannya masih sengketa, padahal sudah beres,” ujar Benny. Pembangunan itu pun kembali dianggarkan pada 2018.

Sebelumnya, masalah ini sempat menjadi perhatian ketika Sandiaga Uno masih menjabat wakil gubernur. Ia mengungkapkan kekecewaannya kepada jajarannya. Pasalnya, instruksi menertibkan pemukim liar di lahan seluas 9.820 meter persegi di BypassPramuka itu tak kunjung dikerjakan. Sekda Saefullahpun kembali meminta agar lahan itu ditertibkan.(guruh/st)