Wednesday, 22 May 2019

Minat Baca Warga Binaan Pemasyarakatan Meningkat

Selasa, 19 Februari 2019 — 21:42 WIB
Minat baca WBP meningkat pasca terbangun taman baca di Lapas Purwakarta. (dadan)

Minat baca WBP meningkat pasca terbangun taman baca di Lapas Purwakarta. (dadan)

PURWAKARTA – Minat baca Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas II b Purwakarta menunjukan tren positif. Meningkatnya minat baca WBP tak lepas dari ikhtiar Kalapas Soeprapto membangun Taman Baca di
dalam kompleks lapas.

Taman Baca yang belum genap setahun tersebut digagas Kalapas Purwakarta Suprapto, dengan memanfaatkan saung tempat bersantai yang diubah menjadi Taman Baca, sudah ada sejak September 2018 lalu.

Letaknya yang strategis dan cukup nyaman semakin memudahkan WBP memanfaatkan berbagai buku bacaan yang menjadi koleksi lapas.

Kasi Pembinaan dan Kegiatan Kerja Narapidana Lapas Kelas IIB Purwakarta Asep Saripudin menjelaskan, sebelum ada Taman Baca, sebenarnya lapas memiliki perpustakaan sederhana.

“Namun kondisinya kurang layak dan letaknya agak ke dalam. Jadi minat baca WBP minim,” jelas Asep, Selasa (19/2/2019).

Menurutnya, setelah terbangun Taman Baca minat baca WBP terus menunjukkan tren positif. “Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya WBP yang memanfaatkan keberadaan Taman Baca tersebut. Ya, mungkin daripada sekadar nongkrong, lebih baik sambil membaca,” ucapnya.

Asep menjelaskan, di Taman Baca tersebut ada sekitar 500 buku, di mana 300 buku di antaranya merupakan pinjaman dari perpustakaan daerah sementara sisanya milik lapas.

“Ke-300 buku tersebut akan diganti per tiga bulan dengan koleksi baru lainnya. Sehingga WBP tidak jenuh dengan buku yang dibacanya,” ungkapnya.

Asep menyebutkan, buku favorit WBP di antaranya buku produktif, semacam pelatihan beternak, berkebun, dan lainnya. “Buku-buku religi juga cukup diminati, termasuk buku yang masuk ke dalam katagori hiburan,” kata dia.

Disinggung terkait seberapa banyak WBP yang memanfaatkan Taman Baca tersebut, Asep menyebutkan sekitar 60 persen WBP rutin ke Taman Baca, terutama pada Senin dan Kamis.

“Saung Baca berukuran 5 meter x 3 meter berada di tengah-tengah Taman Baca yang berukuran 7 meter x 5 meter. Tak semuanya membaca di tempat, tapi ada juga yang meminjam buku untuk dibaca di dalam sel,” pungkasnya. (dadan/ys)