Saturday, 23 March 2019

Piala AFF U-22, Timnas Indonesia Diminta Waspadai Trik Malaysia

Selasa, 19 Februari 2019 — 19:39 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri. (ist)

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri. (ist)

JAKARTA – Duel antara Timnas ‘Garuda Muda’ Indonesia dan Malaysia selalu dibumbui berbagai trik hingga mempengaruhi keputusan wasit. Hal ini wajib diwaspadai skuat asuhan Indra Sjafri kala meladeni Malaysia dalam lanjutan fase Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Pnom Penh, Rabu (20/2/2019) pukul 15:30 WIB.

Berdasarkan posisi di Grup B saat ini, Garuda Muda memang lebih diuntungkan secara moril. Skuat Indra berada di atas Malaysia pada klasemen sementara usai bermain 1-1 melawan Myanmar pada laga perdana, Senin (18/2/2019) petang kemarin.

(BacaTimnas Indonesia vs Myanmar Berakhir Imbang 1-1)

Skuat Indra bahkan bisa tampil dengan kekuatan penuh, menyusul pulihnya Witan Sulaiman setelah sempat mengalami masalah saat melawan Myanmar. “Sudah bisa dilihat sendiri. Semua latihan dengan 100 persen, tidak ada yang bermasalah,” kata Indra, Selasa (19/2/2019).

Di sisi lain, Malaysia mengalami sedikit masalah moril usai kalah 0-1 dari Kamboja, Senin (18/2/2019) malam kemarin. Selain karena posisi mereka yang terjepit sebagai juru kunci Grup B, tanpa angka, tim besutan Ong Kim Swee itu juga dipastikan tampil tanpa gelandang serang, Daniel Haqiem. Ia dipastikan absen setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-59 saat melawan Kamboja. Kondisi tersebut, tentunya membuat tim dari negeri Jiran itu berada di ujung tanduk.

Jika kembali kalah, maka Malaysia dipastikan terisingkir dini dari Piala AFF U-22 tahun ini. Kondisi itu kian memaksa Malaysia untuk mengeluarkan ‘senjata ampuh’ dengan berbagai intrik demi menjatuhkan moril Andy Setyo dan kolega sejak awal-awal laga.

Gaya lama yang kerap diperagakan Timnas Malaysia saat menghadapi Merah-Putih itulah yang harus diantisipasi Indra. Apalagi Indra punya catatan yang tidak terlalu gemilang ketika bertemu Malaysia.

Ya, Indra belum pernah menang dalam empat pertemuan dengan Malaysia. Tiga di antaranya berakhir imbang dan terakhir pada fase kualifikasi Piala Asia U-19 2018 lalu, tim yang dibesutnya, menyerah 1-4.

“Kita lihat besok. Yang jelas kami punya kelebihan dari sisi moral. Selain karena posisi kita sekarang punya satu poin, kita juga main sore, sementara mereka main malam. Keuntungan ini tentu kita hitung,” tandas mantan pelatih Bali United tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terkait wasit yang akan memimpin laga ini. Namun kemenangan dipastikan menjadi harga mati bagi kedua tim untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.

Pada laga lainnya, Myanmar akan menghadapi tuan rumah, Kamboja, beberapa jam berselang. Saat ini Kamboja memimpin dengan tiga poin, atau unggul dua angka dari Myanmar dan Indonesia. (junius/ys)