Tuesday, 26 March 2019

Sekda Pemprov Papua Mengaku Khilaf

Selasa, 19 Februari 2019 — 0:05 WIB
Sekda Papua Hery Dosinaen ditemani rekannya

Sekda Papua Hery Dosinaen ditemani rekannya

JAKARTA – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Hery Dosina mengakui khilaf ketika menganiaya pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Untuk itu secara pribadi maupun Kedinasan dan atas nama Pemerintah Provinsi Papua (saya minta maaf), atas emosional sesaat, reflek yang terjadi mengenai salah satu pegawai KPK di Hotel Borobudur,” ujar Hery di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Senin (18/2/2019).

Ia mengaku sudah jadi tersangka setelah penyidik mengumpulkan berbagai bukti, baik dari keterangan saksi maupun barang bukti lainnya. Ia mengatakan dirinya sudah mengisi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Kami tadi di BAP tentang status saya sebagai tersangka,” imbuhnya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan kalau status Hery telah ditingkatkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap pegawai KPK. Padahal, ini baru pertama kalinya Hery memenuhi panggilan setelah penyidik melayangkan dua panggilan kepadanya.

Diketahui, Minggu (3/2/2019) KPK melapor ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penganiayaan terhadap dua pegawainya.

Laporan ini berawal ketika dua pegawai KPK tengah bertugas di Hotel Borubudur, Jakarta Pusat, guna mencari data. Pada saat yang sama, Pemprov Papua tengah rapat di hotel tersebut.

Salah satu pegawai KPK memotret sejumlah pejabat dalam kegiatan tersebut. Kemudian, sekitar 10 orang mendatangi keduanya. Tak lama, saksi, korban dan terlapor terlibat adu mulut hingga akhirnya korban mendapati pukulan dari terlapor.

“Tiba-tiba terlapor memukul dnegan tangan kosong, terlapor masih lidik,” terang Argo.

Akibatnya, korban mengalami retak di bagian hidung, luka memar serta robek di wajah.

Atas perbuatannya ini, Hery dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. (cw2)