Tuesday, 18 June 2019

LSI: Ada Tiga Parpol Lama Tidak Lolos ke Senayan

Rabu, 20 Februari 2019 — 19:33 WIB
Rully Akbar saat maparkan hasil survei LSI Denny JA (rizal)

Rully Akbar saat maparkan hasil survei LSI Denny JA (rizal)

JAKARTA – Hasil survei  Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA  menyatakan, sembilan partai politik  (parpol) yang terancam tak lolos ke parlemen karena tak memenuhi presidential threshold (PT) atau  ambang batas 4%.

Dari hasil survei yang dilakukan pada bulan 19 Januari 2019 lalu, sedikit ada tiga partai lama atau partai peserta pemilu 2014 yang diprediksi tak lolos ke parlemen, seperti PPP, PAN, dan Partai Hanura.

Parpol papan tengah yang dinilai  mampu lolos ke parlemen adalah Partai Keadilan Bangsa (PKB) yang menempati urutan keempat dengan elektabilitas sebesar 8,2 persen dan partai NasDem pada posisi berikutnya dengan elektabilitas 5,4 persen.

Sementara, Partai  Demokrat berada di bawahnya dengan angka elektabilitas 4,5 persen sedangkan PKS mendapat posisi akhir sebagai partai yang mampu melewati presidential threshold karena mendapatkan suara elektabilitas sebesar 4 persen. Namun, ada catatan serius soal Partai Demokrat yang disampaikan Rully.

“Demokrat terancam mendapat perolehan suara terendah sejak mengikuti Pemilu,” kata peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, di kantornya di Jl. Pemuda, Rawamangun, Jaktim, Rabu (20/2/2019).

Karena memiliki media tv  yang cukup banyak, tanpa diduga  Perindo  mampu meraup elektabilitas suara hingga 3,6 persen.

“Sebagai partai baru, terjadi peningkatan dukungan terhadap partai besutan Harry Tanoesodibjo. Padahal, pada Desember 2018 yang lalu, partai ini hanya punya elektabilitas sebesar 1,9 persen. Ini lantaran Perindo memiliki banyak tv dan media. Perindo memimpin partai baru dan mulai menanjak,” kata  Rully.

Terkait PPP, PAN, dan Hanura, disebut Rully bakal terancam tak masuk parlemen. Soalnya, secara berurutan, ketiganya hanya memperoleh suara 3,5 persen, 1,5 persen, dan 0,5 persen.

Sedangkan sisanya, partai-partai yang tak masuk dalam parlemen merupakan deretan partai baru, seperti PSI 0,4 persen; partai Garuda 0,3 persen; partai Berkarya 0,1 persen; PBB 0 persen, dan PKPI 0 persen. Sementara, 18,4 persen responden masih belum menentukan. (rizal/win)