Friday, 20 September 2019

15 Bangunan di Margajaya Dirobohkan Satpol PP Kota Bekasi

Kamis, 21 Februari 2019 — 19:40 WIB
Bangunan di tepi.Sungai Bekasi rata dengan tanah  setelah Pemkot Bekasi membongkar paksa. (saban)

Bangunan di tepi.Sungai Bekasi rata dengan tanah setelah Pemkot Bekasi membongkar paksa. (saban)

BEKASI – Sebanyak 15 bangunan rumah.yang berdiri di lahan Pengairan RW 010 Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan dirobohkan aparat gabungan Satpol PP Kota Bekasi, Kamis (21/02/2019).

Bangunan milik 10 Kepala Keluarga (KK)  ini dinilai melanggar aturan karena dibangun di daerah aliran sungai Bekasi, “Sebelum diambil tindakan tegas, kami sudah memberi peringatan kepada pemiliknya agar membongkar sendiri,” ujar Cecep Suherlan, Komandan Satpol PP Kota Bekasi.

Sempat terjadi protes ini lantaran warga minta penundaan. Warga berdalih akan membongkar sendiri, namun permintaan warga tidam digubris tim gabungan yamg terdiri Satpol Pp  Kepolisian  TNI dan Dinas bamguna  serta aparat kecamatan dan kelurahan.

Satu unit alat berat beko merobohkan banguna  mereka dalam waktu stengah jam sudah rata dengan tanah, “Pasrah saja, abis mau ngapain lagi,” ujar Neni, warga di sana.

Cecep Suherlan mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi sudah menjalankan berbagai prosedur yang ditetapkan, termasuk melayangkan surat pemberitahuan. “Sudah ada surat peringatan dan sesuai dengan SOP masalah penertiban ini,” katanya.

Dalam penertiban tersebut, Satpol PP Kota Bekasi menerjunkan puluhan personil dibantu aparat kecamatan dan kelurahan. Sementara itu warga mengaku menerima pemberitahuan tahun 2017, “Abis sejak surat datang tidak juga dilaksanakan pembongkaran,” ujar Neni.

Warga sempat ngotot dan meminta kebijaksanaan dari Pemerintah Kota Bekasi untuk memberikan tenggat waktu untuk membongkar sendiri bangunannya.

“Kami hanya meminta waktu untuk membongkar bangunan yang ada, sehingga tidak langsung diratakan menggunakan alat berat,” ujar Nenj. Namun kini bangunan rumahnya sudah rata dengan tanah, ibu du anak iniengaku bingung mau.tinggal di mana. (saban/win)