Wednesday, 24 July 2019

Jokowi Menggeber Infrastruktur untuk Mengejar Ketertinggalan

Kamis, 21 Februari 2019 — 7:20 WIB
ukursendiri

DALAM debat Capres kedua 17 Februari lalu, Capres Jokowi bilang bahwa lewat Dana Desa berhasil dibangun jalan desa sepanjang 191.000 Km. Tapi kubu Capres Prabowo menyoal, karena tak masuk akal. Kata Dahnil Anzar dari Tim BPN, itu sama dengan 4,8 lingkaran bumi. Jokowi pun menanggapi, “Kalau tak percaya ya ukur sendiri!”

Jalan adalah infrastruktur paling penting, sebab akses ke mana-mana pastilah ditempuh dengan jalan. Lihat saja, jual rumah yang di pinggir jalan akan lebih cepat laku ketimbang yang di gang. Nilai ekonomi rumah pinggir jalan juga lebih tinggi ketimbang yang berada di gang, yang untuk masuknya saja harus miring-miring seperti kepiting.

Tapi meski urusan infrastruktur sangat penting, Wakil Ketua DPR Fadli Zon pernah menafikan programnya Jokowi. Katanya, rakyat tidak makan infrastruktur, tapi butuh harga sembako yang terjangkau. Padahal, sembako bisa murah juga sangat berkaitan dengan infrastrtur. Lihat tuh di Papua, bensin sampai Rp 50.000,- seliter, semen sampai Rp 1,5 juta persak, juga karena hambatan jalan.

Gara-gara infrastruktur yang belum lengkap, banyak investor manca negara batal masuk ke RI. Sebagaimana pernah dikatakan Presiden Jokowi, soal infratruktur jalan tol kita kalah dengan Malaysia, Filipina, bahkan RRT. Padahal mereka belajar bangun jalan tol juga dari Indonesia, tapi mereka malah sekarang punya lebih banyak.

Tak peduli bahwa dana pembangunan infrasrtuktur itu pakai pinjaman luar negeri, pokoknya pembangunan jalan infrastruktur jalan terus. Indonesia itu wilayahnya bukan melulu Jawa dan Sumatra, tapi juga Papua, Sulawesi. Maka pembangunan infrastruktur di Papua digeber. Kata Jokowi, ini namanya keadilan.

Dalam debat Capres kedua 17 Februari lalu, Capres Jokowi juga menyinggung soal Dana Desa. Dengan menghabiskan dana Rp 187 triliun selama 3 tahun, telah berhasil dibangun jalan desa sepanjang 191.000 Km. Tapi kubu BPN mempertanyakan, tak masuk akal? Kata Dahnil Anzar, jalan sepanjang 191.000 Km sama saja mengeliling bumi selama hampir 5 kali putaran. “Pakai sim salabim, apa?” sindir Dahnil.

Bagi Capres Jokowi, jalan desa sepanjang 191.000 Km itu kan terbagi di 74.900 desa di seluruh Indonesia, berarti perdesa hanya membangun sepanjang 600 meter, kecil itu. Maka katanya kemudian kocak meniru Abunawas, “Kalau tak percaya, ya silakan hitung sendiri.” – gunarso ts