Saturday, 23 March 2019

Soal Puisi Munajat Neno Warisman, TKN: Doa Itu Tidak Memaksa

Sabtu, 23 Februari 2019 — 13:55 WIB
Sektetaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto dan Habib Sholeh Al Muhdar. (ikbal)

Sektetaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto dan Habib Sholeh Al Muhdar. (ikbal)

JAKARTA – Puisi Neno Warisman dalam Malam Munajat 212 menuai kontroversi. Pasalnya pada potongan bait dalam puisi munajat itu dinilai bernada ancaman kepada Allah.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto turut angkat bicara. Menurutnya sebuah doa dipanjatkan untuk memuliakan Tuhan. Dia juga menyinggung doa yang bernada ancaman dalam potongan puisi Neno.

“Sejak kecil kami diajarkan doa. Doa itu memuliakan Tuhan Yang Maha Kuasa. Doa itu juga memuliakan para leluhur. Doa itu untuk kepentingan yang baik. Enggak ada kami diajarkan doa itu paksa memaksa,” tandasnya di sela safari politik VIII PDI Perjuangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2019).

(Baca: Pidato Kebangsaan Besok Akan Tunjukkan Kontrasnya Jokowi dan Prabowo)

Sementara itu, Habib Sholeh Al Muhdar dari Tim Ma’ruf Amin menyatakan doa yang tulus adalah doa yang berasal dari hati bersih.

“Surga tidak gratis. Jadi jangan menangis di hadapan manusia, tapi hatinya dengki, hasud. Semua manusia itu (berdoa) dari hati,” tuturnya.

(BacaSekretaris TKN: Kebijakan Rakyat Dimulai dari Kesejahteraan Rumah Tangga)

Dia juga mengingatkan agar tidak menjadi kelompok yang merasa paling benar. Menurutnya doa yang dapat menghantarkan seseorang ke surga adalah doa yang diikuti dengan amalan yang baik.

“Jadi jangan seolah-olah mereka lebih Islam dari kita, lebih mulia dari kita di hadapan Allah, itu belum. Jadi surga tidak gratis. Surga kita dengan kelakuan kita, amal kita, bukan karena munajat-munajat di Monas itu bisa masuk surga. Walaupun tiap hari munajat di Monas belum tentu masuk surga,” tuntas Habib Sholeh.

Berikut potongan puisi munajat milik Neno yang menjadi kontroversi:

Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami 
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu.

(ikbal/ys)