Wednesday, 24 April 2019

Uji Coba Tanpa Astronot

Roket Falcon 9 dan Kapsul Crew Dragon Diluncurkan

Minggu, 3 Maret 2019 — 13:57 WIB
Roket Falcon 9 dan Kapsul Crew Dragon. (Ist/SpaceX)

Roket Falcon 9 dan Kapsul Crew Dragon. (Ist/SpaceX)

AMERIKA – Amerika Serikat mengambil langkah besar demi bisa menerbangkan sendiri astronotnya ke luar angkasa. Sejak 2011, AS mengirim astronotnya dengan Soyuz milik Rusia.

SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, akan melakukan demonstrasi roket dan sistem kapsul baru, yaitu Roket Falcon 9 dan Kapsul Crew Dragon.

Jika misi ini berfungsi baik, kapsul ini dapat membawa astronot ke luar angkasa. Misi rutin ke stasiun ruang angkasa direncanakan dimulai pada akhir tahun ini.

Sejak pensiunnya pesawat ulang alik AS pada tahun 2011, AS belum mampu lagi untuk mengirim manusia ke orbit. Untuk mengirim astronotnya, AS menyewa pesawat Soyuz milik Rusia.

Dilansir BBC, Roket Falcon 9 membawa Kapsul Crew Dragon, dan dijadwalkan lepas landas dari kompleks peluncuran Kennedy Space Center, Florida, pada hari Sabtu pukul 02.49 waktu setempat atau pukul 14.29 WIB.

Peluncuran ini sangat dinantikan karena merupakan peluncuran kapsul pertama dalam program kru komersial Nasa. Kapsul Crew Dragon bisa membawa manusia, tapi dalam peluncuran percobaan kali ini tidak akan membawa manusia.

Peluncuran dilakukan di Pad 39A yang bersejarah, tempat di mana Apollo pernah lepas landas ke Bulan dan Atlantis memulai perjalanan terakhirnya.

Mencoba mengirim boneka

Karena ini hanya demonstrasi, tidak akan ada astronot di dalam pesawat—tetapi akan ada manekin yang memakai baju luar angkasa.

Boneka ini, dijuluki Ripley, mengikuti karakter Sigourney Weaver dalam film Alien. Tubuh Ripley akan dilengkapi dengan berbagai macam sensor.

Ripley akan merekam apa yang dialaminya di dalam kapsul.

Bagi SpaceX, penerbangan ini adalah tonggak sejarah penting dalam 17 tahun perusahaan itu berkarya. SpaceX didirikan oleh pengusaha Elon Musk dengan tujuan khusus membawa orang ke luar Bumi.

“Menerbangkan orang ke luar angkasa adalah misi inti SpaceX,” kata Hans Koenigsmann, wakil presiden perusahaan.

“Tidak ada yang lebih penting dibandingkan tujuan awal itu dan kami sangat menghargai kesempatan dari NASA untuk melakukan ini.”

Roket Falcon sebelumnya digunakan untuk membawa kargo ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan untuk menempatkan satelit di orbit. Roket ini telah melalui banyak percobaan selama bertahun-tahun dan sekarang memiliki sejarah penerbangan yang panjang.

Kapsul Crew Dragon dibuat berdasarkan bentuk pesawat kargo ISS, tapi dilengkapi dengan sistem pendukung dan pendorong yang lebih kuat untuk menyelamatkan pesawat jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada roket. Kapsul ini juga memiliki empat parasut untuk mengendalikan turunnya ke Bumi.

Kapsul ini akan turun di Atlantik, tidak jauh dari Kennedy.(tri)