Friday, 22 March 2019

Ancam Bini Pakai Golok Karena Hasrat Ditolak

Selasa, 5 Maret 2019 — 7:25 WIB
bacok-nid

AGAKNYA otak Arif , 37,  isinya selangkangan melulu. Bayangkan, hanya ditolak hasratnya karena Karsiman, 35, istrinya masih capek pulang kerja, langsung marah. Istri diancam golok, anak lelakinya ditendang. Akhirnya jadi urusan polisi, dan Arif  pun batal “nguyuh enak” gara-gara mudah emosi.

Kata orang bijak, orang nganggur itu jadi bantalnya setan. Logikanya, karena tak ada kesibukan, lalu pikirannya ke mana-mana. Bukan yang positif, tapi malah yang serba negatif. Misalnya, bagaimana cari uang banyak dalam waktu cepat? Setan pun segera masuk dan memberi pecerahan, “Kalau nggak korupsi yang ngerampok Bleh.” Itu artinya, setan sudah menjadikan orang itu sebagai bantalnya.

Arif   warga Jembangan Surabaya, rupanya diam-diam juga dijadikan bantal setan tanpa merk. Di kala dirinya nganggur karena jadi korban PHK, kini yang kerja cari nafkah justru istrinya. Dia hanya duduk manis di rumah. Mentang-mentang Presiden Jokowi menganjurkan pakai sarung minimal sebulan sekali, Asrif Uyuhono justru sarungan tiap hari, padahal ditawari jadi Cawapres juga nggak.

Nah, di kala duduk manis terbengong-bengong, pikirannya jadi ngelantur ke mana-mana. Bukan bagaimana cari pekerjaan baru, tapi justru mikir istrinya pulang jam berapa ya? Soalnya ini “si jendul” dalam sarung agak rewel, minta penyaluran demi kebebasan berekspresi. Maklum, gara-gara banyak di rumah Arif  keseringan menuntut jatah. Tapi karena namanya kewajiban, Karsiman selalu memberi pelayanan 24 jam, kecuali Sabtu-Minggu dan hari besar nasional.

Yang terjadi beberapa hari lalu juga seperti itu. Sampai pukul 20.00 malam Karsiman belum juga pulang. Bukan memikirkan jangan-jangan terjadi apa-apa di jalan, tapi Arif  justru berfikir, “Wah, ngalamat ngaplo semalam suntuk nih.” Kalau semalam suntuknya tontonan wayang kulit, dalangnya Ki Anom Suroto atau Ki Seno Nugroho, pasti seru. Tapi kalau semalam suntuk “kedinginan” ya berat rek!

Demikianlah, pukul 21.00 barulah  Karsiman pulang. Di kala istrinya mau ganti baju, malah ditarik diajak melayani hasratnya yang sudah sampai ke ubun-ubun. Kali ini Karsiman menolak dengan alasan capek, tapi Arif   tak peduli. Sama-sama ngotot alkhotot, akhirnya jadi ribut di kamar.

Anak lelakinya yang baru usia 10 tahunan mencoba melerai percekcokan ayah ibunya tersebut, tapi malah ditendang sampai klengkangan (terjengkang) dan nangis. Arif  lalu ambil golok di dapur, yang konon sudah pernah dipakai bunuh pendita sanga. Golok itu diamang-amangkannya, buat menakut-nakuti. Neno pun berteriak, sehingga tetangga berdatangan.

Golok berhasil dirampas, dan keluarga sepakat melaporkan KDRT ini ke polisi. Tak ayal lagi Arif  ini diciduk. Dalam pemeriksaan dia minta maaf berulangkali bahwa tak ada niat untuk membunuh. Ini sekedar untuk menakut-nakuti. “Saya kecewa diremehkan, wong minta haknya kok ditolak.” Kata Arif  beralasan.

Hak minta dipenuhi, tapi kewajiban cari nafkah malah mangkir. (Gunarso TS)