Monday, 20 May 2019

Orang Gila di Dekat Kita

Selasa, 5 Maret 2019 — 6:30 WIB
orgil

“PAK RT, lapor. Di wilayah kita ada orang gila, mondar-mandir setiap saat. Kami merasa nggak tenang. Takut anak-anak-kita diapa-apain. Kami was-was! Kemarin sudah kejadian, dia melempar kepala anak tetangga sebelah, kepalanya bocor!” lapor seorang warga pada ketua lingkungannya.

Warga kemudian cerita, wanita yang stress alias gila  itu  sebagai korban KDRT sang suami yang buron entah kemana. Sementara sang istri yang gila itu tinggal bersama anaknya, di rumah kontrakan sempit.

Bisa bayangkan betapa pusingnya si anak, ketika juga harus mendapat teguran dari sang ketua RT, soal ibunya. ”Saya sarankan, agar ibu dibawa ke rumah sakit jiwa, nanti saya bantu,” ujar Pak RT.

Persoalan orang gila yang keluyuran di wilayah RT tersebut bukan si ibu tadi saja, ada juga  seorang lelaki muda. Tapi, dia si stress ini hanya cengar-cengar paling-paling dia minta rokok.  “Kalau nggak ada rokok uangnya juga boleh,” ujar si stres sambil nyengir.

Ya, orang gila apapun tingkah laku mereka,akan membuat tak nyaman lingkungan. Terutama orang tua, yang punya anak-anak kecil, balita yang masih belum tahu menahu apakah orang yang di hadapi itu nggak waras yang bisa berbuat apa saja.

Kasus ibu kandung yang membunuh bayinya yang baru berumur 3 tahun, ini contoh yang perlu diperhatikan, dan bisa dijadikan nasihat. Coba siapa pun nggak bakalan  curiga, seorang ibu akan tega membunuh anak kandungnya sendiri yang masih balita?

Kenyataan yang terjadi memang nggak masuk akal. Ya, sudah dibilang, orang nggak waras dapat berbuat apa saja seperti menyakiti orang, termasuk dirinya sendiri. Celakanya,darah dagingnya sendiri pun jadi sasaran.

Jadi kalau ada di sekitar kita, ada orang gila, baru palagi lama, sebaiknya laporkan pada yang berwenang, untuk diobati. Jangan juga diobati sendiri dengan cara memasung, misalnya. Yang ini juga KDRT sama si gila, kasihan! – (massoes)