Wednesday, 22 May 2019

Jalan di Kota Paris yang ‘Tak Mau Masuk’ ke Instagram

Jumat, 8 Maret 2019 — 19:23 WIB
Rue Cremieux menjaid tempat tujuan orang-orang yang menginginkan foto sempurna Instagram.

Rue Cremieux menjaid tempat tujuan orang-orang yang menginginkan foto sempurna Instagram.

PRANCIS- Jalan berbatu yang indah di Paris, Prancis, menjadi sangat populer di Instragram, lewat ribuan foto dan “likes”.

Tetapi warga Rue Cremieux sekarang sudah tidak tahan lagi dan mendesak dewan kota untuk membatasi akses hanya pada waktu-waktu tertentu.

Salah seorang pengguna media sosial bahkan meluncurkan akun Instagram yang mengumpulkan semua kegiatan yang tidak diinginkan di jalan itu.
Akun itu menggambarkan bagaimana pencarian foto sempurna dapat bermasalah, kata blogger perjalanan Kris Morton.

Warga mendesak dewan kota untuk mendirikan gerbang yang dapat ditutup pada waktu populer – malam, akhir minggu dan saat matahari terbit dan terbenam, ketika cahaya yang baik menarik perhatian orang untuk mencari foto Instragram yang sempurna.

Seorang warga mengatakan kepada stasiun radio France Info, “Kami duduk untuk makan dan di luar orang sedang memfoto, penyanyi rap yang memerlukan waktu dua jam untuk memfilmkan video tepat di bawah jendela, atau pesta orang yang akan menikah yang berteriak selama satu jam. Jujur saja, ini semua melelahkan.”

Tempat foto

Morton mengatakan kepada BBC News bahwa dirinya menyaksikan banyak tingkah laku yang tidak bisa diterima dari para pengguna Instagram ketika dia mengunjungi tempat-tempat indah di Islandia, Venesia dan Machu Picchu, Peru.

“Di sana, saya berhenti dan berdiri pada suatu tempat dengan pacar saya dan menunjukkan contoh pose Instagram yang biasa dilakukan pada saat yang sama di sepanjang teras disitu,” katanya.

“Kami berdiri dan menunggu beberapa menit ketika seorang perempuan menyuruh teman laki-lakinya mengambil puluhan foto dengan berbeda pose, menutup seluruh jalan sebelum saya merasa terganggu dan berjalan di depan kamera.
Tetapi Morton mengatakan yang perlu disalahkan adalah orang bukannya app.

“Hanya mengambil foto untuk Instragram bukan masalahnya dan jika itu membuat kita ingin berjalan-jalan dan melihat dunia, ini akan menjadi suatu hal yang baik,” katanya.

“Tetapi mengganggu properti pribadi, menyita tempat foto sehingga orang lain tidak bisa menikmatinya atau berpose untuk 100 foto, atau melewati pembatas keamanan agar mendapatkan foto yang lebih baik tidaklah oke.

“Silakan ber-Instagram tetapi lakukan dengan sopan dan menghormati pemilik properti, sesama pengunjung dan lingkungan.” (BBC)