Monday, 26 August 2019

Polri Dituduh Bentuk Tim Buzzer

Lemkapi: Jangan Seret Lembaga Polri ke Ranah Politik

Jumat, 8 Maret 2019 — 16:39 WIB
Ketua Lemkapi DR. Edi Hasibuan  bersama pejabat Polri.(dok)

Ketua Lemkapi DR. Edi Hasibuan bersama pejabat Polri.(dok)

JAKARTA – Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi)  menduga ada  pihak lain yang berusaha menyeret-nyeret polisi ke ranah politik dengan menuduh polisi memiliki pasukan buzzer untuk dukung petahanan Capres Jokowi.

Pernyataan politikus PAN, Mustofa Nahrawardaya yang menyebut akun twitter opposite bongkar produsen hoaks diragukan kebenarannya.

“Kita paham. ini musim politik. tapi jangan diseret-seret polisi ke ranah politik. Ini bisa mengganggu kinerja polri,” ungkap Dr Edi Hasibuan, Direktur Eksekutif Lemkapi di Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Mantan komisioner Kompolnas ini mengatakan tidak yakin dan   sangat tidak logis ada kelompok baju coklat yang memproduksi hoaks, apalagi mendukung satu capres tertentu.

“Kami berpandangan tuduhan ini menyesatkan. Polri sudah memiliki tugas berat dan untuk apa polisi melakukannya, ” kata doktor ilmu hukum ini.

Sebelumnya tuduhan Mustofa disampaikan dalam dialog bertajuk ‘Penyebaran Hoaks Terorganisasi?’ yang ditayangkan di sebuah TV swasta, Selasa (5/3) lalu. Mustofa mengutip cuitan twitter anonim @opposite6890 yang adminnya dia kenal.

Cuitan admin @opposite6890 pada 3 Maret 2019, menuduh Polri telah membentuk tim buzzer dengan anggota 100 orang per polres di seluruh Indonesia. Akun @opposite6890 menyebut tim tersebut menginduk pada akun @alumnisambhar dan ada aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di situs mysambhar.com. (tiyo/tri)