Thursday, 22 August 2019

Pameran Mobil Jenewa: Mulai dari Indah, Futuristik Hingga yang Aneh

Jumat, 8 Maret 2019 — 7:11 WIB
bmw-bagus

SWISS- Pameran mobil terbesar Eropa tahun ini menampilkan campuran kendaraan cepat, hebat dan aneh.

Sebagian besar pembuat mobil melakukan investasi besar pada kendaraan listrik, tetapi Renault berpikir mungkin ada baiknya menampilkan limusin swakemudi.

Pembuat kendaraan Prancis ini berpikir terdapat pasar untuk hotel mewah dan bandara yang menawarkan layanan antar jemput bintang lima.

Maka diumumkan limusin tersebut, EZ Ultimo, yang masih dalam tahap perancangan.

David Brown Automotive kemungkinan bukanlah nama yang dikenal umum, tetapi mobil klasiknya banyak digemari.

Speedback GT gaya retro ini sebenarnya telah diluncurkan dua tahun lalu.

Tetapi tidak ada satu kendaraan buatan tangan ini serupa dan yang ini dilengkapi berbagai tambahan dan lebih bertenaga. Harganya tidak murah, mulai dari £500.000 sampai £750.000 atau Rp9,3 miliar sampai Rp13,9 miliar.
Hispano Suiza adalah sebuah perusahaan mobil bersejarah di Barcelona dan pemilik barunya berusaha menghidupkan kembali.

Supercar listrik dua kursi seharga £1 juta atau Rp18,5 miliar ini bernama Carmen dan ditujukan untuk konsumen hyperlux – orang yang menginginkan kinerja hypercar dengan kemewahan Roll-Royce.

Di zaman teknologi tanpa pengemudi, para pembuat mobil mengkaji bagaimana orang berkendara di masa depan.

Citroen’s AMI-One, dengan kecepatan maksimum 28 mph, dapat dikendarai tanpa SIM di sejumlah negara.

Citroen melihatnya sebagai sebuah kendaraan berbagi, bukan untuk dimiliki. Dan ini bisa dioperasikan telepon genggam. Tetapi mobil ini masih dalam tahap konsep

Pameran Mobil Jenewa tahun ini adalah tentang kendaraan listrik, tetapi Bugatti membuktikan bahwa mesin combustion internal lamanya masihlah sebagai pemenang.

Ini adalah La Voiture Noire satu-satunya yang dilaporkan seharga £9,5 juta atau Rp176 miliar sebelum pajak, sebuah rekor bagi kendaraan baru.

Dibuat untuk ulang tahun ke-110 Bugatti, mobil ini dapat mencapai kecepatan sekitar 260mph – dan memiliki enam exhaust jadi Anda benar-benar bisa mendengarnya mendekat.

 

volkswagen
Mobil pantai sangat populer di tahun 1960-an dan 70-an, jika Anda bagian dari budaya papan selancar California. Volkswagen berpikir akan terdapat pasar baru bagi kendaraan dengan suspensi tinggi dan VW membawa konsep ID Buggy listrik ke Jenewa.

Ketika Golden Sahara II muncul di tahun 1950-an, mobil ini dipandang untuk pasar zaman jet. Dengan tuas tengah untuk akselerasi, rem dan kemudi serta teknologi generasi baru.

Ban bercahayanya adalah percobaan Goodyear untuk penggunaan di malam hari. Biaya pembuatannya US$75.000 atau Rp1 miliar dan sudah puluhan tahun disimpan di garasi. Klairmont Kollections menampilkannya kembali.
Muncul banyak produksi Aston Martin. Tetapi yang menyita perhatian adalah peluncuran mobil Lagonda pertama yang akan direproduksi di bawah merek bersejarah, All-Terrain.

Kendaraan listrik ini akan menyaingi Cullinan Rolls-Royce dan Bentayga Bentley, tetapi pimpinannya Andy Palmer percaya mobilnya akan lebih menarik perhatian para miliarder teknologi.

Perusahaan Belanda, Pal-V menegaskan rencana produksi mobil terbang pertama dunia masih berjalan sesuai rencana.

Perusahaan ini membawa Liberty Pioneer Edition ke Jenewa, sekitar 90 buah sudah dibuat pada tahap pertama.

Kendaraan ini memiliki kokpit ganda dan panel alat penerbangan elektronik. Dibandingkan dengan mobil-mobil eksotik di Jenewa, harganya sebesar US$600.000 atau Rp8,5 miliar sepertinya tidak terlalu mahal. (BBC)