Sunday, 26 May 2019

Teman-teman Istri Sering Diajak Koalisi Kenikmatan

Jumat, 8 Maret 2019 — 7:35 WIB
suamigenit

AWALNYA Dian, 40, tak percaya bahwa Bamukmin, 45, suaminya itu lelaki mata keranjang. Sebab selama ini tak begitu. Tapi sejak “isa ngliwet kenthel”, sejumlah wanita teman arisan Dian sering dijapri, diajak membangun koalisi kenikmatan. Setelah pengaduan sampai ombyokan jumlahnya, barulah Dian mengambil sikap.

Karakter seorang lelaki itu kadang aneh. Di kala miskin, begitu amanah pada keluarga. Tapi ketika “isa ngliwet kenthel sithik” alias rejeki meningkat, mulailah macem-macem memikirkan yang mboten-mboten. Dulu istri satu saja merasa cukup, kini pengin nambah. Tapi ada juga, poligami tak berani, tapi suka “ngeteng” ke mana-mana, bahkan teman-teman istrinya yang cantik, diajak pula membangun koalisi kenikmatan.

Kelakuan Bamukmin dari Bangil, Pasuruan (Jatim), sama dan sebangun. Awalnya menikah dengan Dian Satwa yang cantik nan putih, dia sudah merasa bahagia. Apa lagi setelah terkena PHK, benar-benar Bamukmin fokus pada keluarga. Pernah dia sampai buka tambal ban sepeda motor, jualan nasi, jualan pulsa HP, sampai kemudian usaha meubeler.

Pada usaha yang terakhir ini rupanya Bamukmin rejekinya naik daun. Dia tak sekedar buka toko, tapi juga memproduksi pula, banyak terima pesanan. Sampai-sampai Bamukmin berkhayal, siapa tahu nasibnya bisa seperti Jokowi. Dari pengusaha meubel, kemudian jadi walikota, gubernur DKI dan kemudian jadi presiden RI ke-7.

Sejak ekonominya membaik, Ny. Dian Satwa baru bisa lumrah wong (baca: bergaul dengan tetangga). Aktif dalam pengajian ibu-ibu, arisan PKK, Jumantik. Nah, pada kegiatan arisan sebulan sekali inilah Bamukmin paling suka. Alasannya mengantar istri, tapi sesungguhnya ada peluang bergaul dengan ibu-ibu yang mayoritas cantik-cantik. Padahal istri sendiri, Dian Satwa sebetulnya cantik, seksi, putih lagi.

Benar juga, lewat kegiatan arisan istrinya, Bamukmin bisa bergaul dengan para ibu sosialita tersebut. Tapi celakanya, setelah bisa bergaul dengan mereka, diam-diam Bamukmin ingin bisa menggauli pula! Ada koalisi keumatan untuk coblosan Pemilu 17 April 2019, Bamukmin menawarkan koalisi kenikmatan setelah coblosan.

Meski istri sendiri cukup cantik, tapi Bamukmin justru lebih greng….menghadapi ibu-ibu anggota arisan itu. Ketika sudah merasa akrab dengan Ny. Anisah, tahu-tahu tung….tung…..kirim WA, isinya: mengajak ML alias hubungan intim bak suami istri. Ny. Anisah tak menanggapi, karena ingin menjaga hubungan baik dengan Dian Satwa.

Lain waktu, tung-tung…..WA Bamukmin masuk ke Ny. Lilik, isinya sama: mengajak koalisi kenikmatan juga. Seperti Ny. Anisah, ajakan mesum itu tak dilayani dan disimpan saja, karena menjaga perasaan istri Bamukmin. Padahal dalam hati kecilnya Ny. Lilik mengumpat, “Oo, aku punya suami model Bamukmin, langsung tak cekoki obat nyamuk!”

Begitulah, tak kurang dari sembilan orang yang sempat dikimi japri, diajak membangun koalisi kenikmatan. Tapi yang terakhir ini, Ny. Atikah memang agak temperamental. Kurang ajar, berani-beraninya ngajak thuthukan (istilah Solo-Red) bini orang, Bamukmin belum pernah dikaplok Jepang rupanya. Maka WA-nya Bamukmin itu ditunjukkan kepada Dian. Tentu saja dia malu sekali.

Eh, gara-gara laporan Ny. Atikah, ibu-ibu yang lain melu payu, ikut mengadu ke Dian Satwa dengan membawa bukti WA-nya Bamukmin. Total jendral ada 9 emak-emak yang diajak berbuat cabul. Untung saja tak ada yang meladeni. Dan gara-gara ini, Dian Satwa segera menentukan sikap. Hari berikutnya dia menggugat cerai Bamukmin ke Pengadilan Agama Pasuruan.

Untung hanya ditalak, kalau langsung dikebiri bagaimana Min? (*/Gunarso TS)