Tuesday, 21 May 2019

Surat-Surat dari LP Medaeng Hanya Keluhan atau Ratapan?

Sabtu, 9 Maret 2019 — 7:50 WIB
dhani

BUNG Karno saat dibuang ke Endeh (1934-1938) banyak menulis surat pada teman-teman seperjuangannya. Ketika dikumpulkan diberi nama “Surat-surat Islam dari Ende”. Bung Ahmad Dhani saat ditahan LP Medaeng Surabaya, juga banyak menulis surat terbuka ke mana-mana. Tapi isinya, itu sebetulnya keluhan atau hanya ratapan?

Kecuali LP Sukamiskin, yang namanya Lembaga Pemasyarakatan itu tidak enak. Kebebasan terampas, ketemu keluarga dan teman dibatasi. Apa lagi ketemu istri, sekedar salaman doang, karena tak ada “bilik asmara”. Tapi di LP Sukamiskin beda. Koruptor yang banyak uang bisa “beli” kemudahan, meski ketika terbongkar Kepala Lapasnya harus masuk penjara.

LP Sukamiskin mengingatkan pada Bung Karno, yang kemudian jadi Presiden Pertama RI. Beliau pernah ditahan di situ (1930-1931). Tapi karena masih juga membakar semangat rakyatnya untuk merdeka, Bung Karno kemudian dengan dibuang ke Ende bersama istrinya, Inggit Garnasih.
Di sinilah Bung Karno menulis 12 surat untuk teman-teman seperjuangan, yang didalam buku “Dibawah bendera revolusi” diberi judul “Surat-surat Islam dari Ende” (halaman 325-345).

Musisi Ahmad Dhani selama ditahan di LP Medaeng, Surabaya, juga banyak menulis surat terbuka. Lihat cara menulisnya, ya ampunnn….Ahmad Dhani rupanya tak mengerti di mana harus pakai huruf kecil, dan di mana harus pakai huruf besar. Maklum anak milenial.

Saat menulis surat ke ibunya, Joyce Theresia Pamela Kohler, dia bilang bahwa penjara itu sebetulnya Sekolah Tinggi Ilmu Kesabaran (STIK). Waktu kirim surat ke NU, Ahmad Dhani mengaku LP itu baginya bagaikan pondok pesantren. Menhan Ryamizard Ryacudu juga sempat dikirimi, dengan menyebut sebagai kakanda. Dia mengenang saat diajak Kasad itu “show” di Aceh, di antara ancaman GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Saat kirim surat untu anak keduanya, Jalaludin El-Rumi, dia berkisah bahwa sempat menangis karena tak bisa hadiri ulangtahun putrinya, hasil perkawinan dengan Mulan Jamela.

Menulis surat memang bisa jadi obat orang sedang suntuk. Dan Ahmad Dhani sedang mengalami. Maka dalam surat-suratnya tersebut tak sekedar curhat, tapi juga bernuansa ratapan. Dia merasa tak bersalah, kok dipenjarakan. Dia juga iri pada Ahok BTP, jelas kasusnya membahayakan negara malah diistimewakan. Sedangkan dia yang tak bersalah kok malah dikirim ke LP Medaeng. – gunarso ts