Saturday, 21 September 2019

Kakek-kakek Doyan Kawin Istri Muda Disundut Rokok

Minggu, 10 Maret 2019 — 6:35 WIB
selingkuh

ANEH juga Mbah Pujono, 64, ini. Tenaga sudah tidak lagi rosa-rosa macam Mbah Marijan, tapi doyan kawin. Akibatnya cemburu melulu. Dikira istri mudanya, Tasnimah, 44, tak lagi puas, dia menuduh punya PIL. Biar ngaku Tasnimah disundut rokok pipinya. Tentu saja akhirnya jadi urusan polisi Polres Banyuwangi.

Jika lelaki sampai hobi kawin, itu karena dia merasa tenaga dan hasrat masih berbanding lurus. Kalau masih muda belum oversek (lebih 50 tahun), boleh merasa demikian. Tapi jika usia sudah kepala enam, harus menyadari bahwa onderdilnya yang masih manual belum matic, tak bisa lagi memanjakan seleranya. Bahasa populernya: harus ingat umur!

Mbah Pujono warga Kencong Kabupaten Banyuwangi, termasuk kakek-kakek genit di usia tuanya. Usia sudah kepala enam, masih ingin memanjakan “si jendul”. Setahun lalu menikahi janda Tasnimah, 44. Herannya si janda mau saja. Tapi terus terang, Tasnimah mau dinikahi Mbah Pujono karena semata-mata pertimbangan benggol, bukan lagi bonggol.

Mbah Pujono memang termasuk kakek kaya, sehingga mau saja wanita yang dinikahi. Sebab dia punya motif, kalau cepat mati malah dapat warisan segera. Dan Tasnimah termasuk salah satu di antaranya. Habis sudah emak-emak mau ngapain, ikut timses Capres tak laku, mau bikin video hoaks juga tidak tega. “Mending melayani Mbah Pujono.” Begitu kesimpulan Tasnimah.

Video hoaks itu isinya fitnah. Nah, justru sekarang Tasnimah kena fitnah, katanya punya PIL. Dia itulah lelaki “suami”-nya yang sejati, sedangkan Mbah Pujono sekedar pelengkap penderita. Kasarnya, dari Mbah Pujono dapat benggol, dari PIL-nya dapat bonggol!

Ternyata Mbah Pujono ini tak kurang harta tapi kurang piknik. Berita hoax itu ditelan mentah-mentah olehnya. Dilihat dari parameter yang ada selama ini, menguatkan dugaan bawa istri mudanya itu punya PIL. Dia jadi tersinggung; mentang-mentang tak bisa lagi bicara dalam percaturan ranjang, Tasnimah mencari tokoh alternatip. “Yoh, hiyoh…., wong lanang kok disumbari, titenana (lelaki kok ditantang, rasakan akibatnya)” kata Mbah Pujono dalam hati.

Benar saja. Pas gilir ke istri mudanya, kebetulan Tasnimah baru salat magrib. Selesai salat, baru saja lepas rukuh langsung diseret ke kamar, dipaksa jongkok dan diancam clurit. Bini muda itu dipaksa ngaku punya PIL. Tapi karena memang tidak punya, Tasnimah tetap menolak. Mbah Pujono tambah jengkel. Rokok yang baru diisapnya langsung disundutkan ke wajah istrinya. Nyuss……

Jika nyusss-nya almarhum Bondan Winarno, itu pastilah lezat. Tapi kalau nyusss-nya sundutan rokok tentu saja menyakitkan. Dia mencoba melawan, dengan menampel rokok di tangan suaminya. Berhasil. Nah, dikala Mbah Pujono ambil kembali tegesannya, peluang ini dimanfaatkan Tasnimah untuk kabur dan langsung lapor polisi.

Tak ayal lagi polisi bergerak menangkap Mbah Pujono. Dalam pemeriksaan dia mengakui terus terang pernah mengancam pakai clurity kemudian melukaui tubuh istrinya pakai puntuk rokok. “Saya kepala keluarga, berhak mengatur istri”, ujarnya.

Padahal jika tertangkap bisa disanksi 3 bulan penjara; “Mendingt pakai bensi, kata Bu Atikah. (*/Gunarso TS)