Wednesday, 24 April 2019

Ngetem Sembarangan, Enam Angkot Diderek

Senin, 11 Maret 2019 — 7:51 WIB
Angkutan umum yang diderek petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur. (Ifand)

Angkutan umum yang diderek petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur. (Ifand)

JAKARTA– Enam mobil angkutan umum diderek petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur. Tindakan tegas itu diambil lantaran angkotngetem sembarangan tepatnya di perempatan Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, dan menjadi biang kemacetan.

Penindakan yang dilakukan itu merupakan tindaklanjut atas laporan warga yang disampaikan ke redaksi Pos Kota melalui pesan singkat yang bertuliskan : Yth. Kapolsek Pasar Rebo, Jakarta Timur, mohon untuk di perempatan Pasar Rebo untuk diatur, karena banyak angkutan umum yang seenaknya ngetem cari penumpang membuat macet arus lalin didaerah tersebut. Terima kasih. (081286834xxx)

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan, enam mobil langsung kami derek sebagai tindak lanjut laporan warga. Seluruhnya, kami bawa ke kantor unit pengelola angkutan sekolah (Upas) untuk dikandangi. “Mereka kami tindak atas pelanggaran yang dilakukan dan sangsinya kami derek,” katanya, Minggu (10/3).

Menurut Dahlan, penindakan itu karena selama ini perempatan Pasar Rebo kerap dijadikan tempat ngetem angkutan umum. Alasannya, sopir hanya menunggu penumpang ke arah Bogor sebentar. “Namun karena selama ini dikeluhkan warga dan menjadi penyebab kemacetan, tetap kami tindak juga dan diberi denda satu hari Rp500 ribu,” ujarnya.

Dahlan menyebut, tindakan sudah kerap kali dilakukan. Namun tak memberi efek jera bagi pengemudi angkutan umum. “Makanya kami akan sering-sering melakukan penderekan angkutan umum untuk memberi contoh ke pengemudi lain bahwa pihaknya memberi tindakan tegas bagi yang melanggar,” tegasnya.

Ditambahkan Dahlan, pihaknya akan terus memantau kawasan yang selama ini dijadikan tempat mangkal dan ngetem angkutan umum itu. Dimana nantinya, petugas akan ditempatkan di lokasi untuk menghalau pengemudi angkot agar tak terlalu lama ngetem. “Kami ingin kawasan itu bersih dari angkot yang ngetem dan tak lagi dikeluhkan warga,” ungkapnya. (Ifand/b)