Tuesday, 26 March 2019

Siap Terpilih dan Tidak Terpilih

Rabu, 13 Maret 2019 — 4:33 WIB

PEMILIHAN legislatif yang serentak dilakukan bersamaan dengan pilpres, masih sebulan lagi. Pemerintah daerah telah mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi usai gelaran pemilu legislatif. Termasuk caleg yang gagal, kemudian terganggu jiwanya.

Kita dapat memahami bentuk antisipasi semacam ini. Sebab beberapa tahun lalu pernah terjadi caleg yang gagal, sampai terganggu jiwanya karena diduga tidak siap mental terhadap hasil yang diluar perkiraan sebelumnya.

Itu dulu. Sekarang, kasus caleg gagal hingga terganggu jiwanya sudah tidak ada lagi. Kita meyakini semua caleg yang maju dalam pileg kali ini sudah siap baik secara fisik, mental, materi dan kualitas dalam mengadu program, visi dan misi agar dipilih oleh rakyat.

Sudah siap mental jika tidak terpilih. Sudah memperhitungkan terhadap segala kemungkinan yang bakal terjadi, baik terpilih maupun jika terpilih. Kalau pun belum terpilih hanya soal waktu. Masih ada hari esok sambil terus mengevaluasi untuk perbaikan ke depan.

Meski begitu menjadi kewajiban pemerintah daerah menyiapkan sarana pelayanan kesehatan pasca pileg dan pilpres. Sejumlah pemda di Jawa Barat, setidaknya Pemkab Purwakarta dan Sukabumi, jauh hari telah mengantisipasi dengan menyiapkan ruangan khusus pelayanan kesehatan bagi mereka yang mengalami gangguan jiwa pasca pileg. Gangguan kejiwaan bisa dialami semua orang, boleh jadi adanya tekanan selama masa kampanye.

Pemkab Purwakarta menyiapkan RSUD Bayu Asih Purwakarta, begitu juga Pemkab Sukabumi dengan merujuk RSUD R Syamsudin SH. Kedua rumah sakit tersebut menyiapkan ruangan khusus untuk membantu semua pasien yang mengalami gangguan baik fisik maupun jiwanya.

Satu pesan yang hendak kita sampaikan adalah siapa pun yang ikut berlaga dalam pemilu legislatif hendaknya “ siap menang, juga siap kalah”. Maknanya, yang menang tidak perlu sombong, arogan dan mencemooh yang kalah.

Begitu yang kalah harus legowo. Menerima kenyataan bahwa itulah jalan yang harus dilalui. Kita perlu membiasakan diri dalam pesta demokrasi tidak ada istilah kalah dan menang. Yang ada adalah terpilih dan belum terpilih sesuai standar demokrasi yang berlaku.

Lagi pula kalau orang bijak, tidak ada kegagalan, yang ada adalah sukses yang tertunda.
Yang perlu dikedepankan adalah mari kita jalankan pesta demokrasi secara sehat, jujur, dan adil. (*)