Wednesday, 22 May 2019

Ade Ardiansyah, Ketua Pengda IPPAT Kota Bekasi

Kamis, 14 Maret 2019 — 20:04 WIB
Ade Ardiansyah terpilih menjadi Ketua Pengda Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kota Bekasi massa periode 2019 – 2021 (dwi)

Ade Ardiansyah terpilih menjadi Ketua Pengda Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kota Bekasi massa periode 2019 – 2021 (dwi)

– Ade Ardiansyah terpilih menjadi Ketua Pengda Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kota Bekasi massa periode 2019 – 2021.

Ade Ardiansyah bersaing ketat dengan Irma Safitri dalam Konferensi Daerah (Konferda) IPPAT Kota Bekasi di Hotel Horison Rabu (13/3/2019) dengan perolehan suara 50 (Ade) dan 46 (Irma) dari 96 jumlah pemilih pada putaran kedua.

Pemilihan Ketua Pengda IPPAT Kota Bekasi dilaksanakan dua putaran kendati demikian berjalan aman dan lancar. Pada putaran pertama Ade memperoleh suara 52 suara dan Irma Savitri 51 suara.

Namun pimpinan sidang menyatakan pada putaran pertama belum bisa diterima lantaran sesuai dengan tata tertib pemilihan harus mendapatkan 1/2 ditambah 1 suara.

Sedangkan jumlah pemilih putaran pertama 104 orang dan 1 suara tidak sah, sehingga jumlah suara yang dianggap sah berjumlah 103 suara bila dibagi 1/2 hanya mendapatkan limapuluh satu setengah suara yang menurut ketua sidang harus memperoleh suara diatas 52 suara.

notaris

Acara Konferda IPPAT Kota Bekasi selain dihadiri Ketua IPPAT Jawa Barat, dihadiri pula Kepala Kantor BPN Kota Bekasi yang baru Deni Ahmad Perwakilan dan pejabat dari Pemda Kota Bekasi lainnya.

Ade Ardiansyah Ketua IPPAT Kota Bekasi terpilih mengaku bersyukur dirinya mendapatkan amanah dari anggota untuk menahkodai IPPAT Kota Bekasi lebih baik lagi.

”Ini amanah dan kehormatan dari anggota untuk itu saya ingin IPPAT Kota Bekasi bisa mendapatkan perhatian dan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi lebih maksimal demi kemajuan organisasi,” tutur Ade.

Ketua IPPAT Pengwil Jawa Barat Osye Anggandarri menyebutkan pemilihan ketua IPPAT Kota Bekasi cukup demokratis dan seluruh anggota sudah menerima hasil dari putaran kedua tanpa ada yang protes lagi.

“Perbedaan dalam organisasi itu hal yang wajar namanya demokrasi dan semua anggota sudah menerima secara terbuka melalui penghitungan suara ulang, “jelas Osye. (dwi/b)