Tuesday, 21 May 2019

Ah, Lagi-lagi Geng Motor

Kamis, 14 Maret 2019 — 5:50 WIB
geng-motor

APAKAH Anda mengalami ketika geng-geng anak muda menjamur pada tahun 70 an terutama di ibukota dan sekitarnya? Ya, pastinya tahu nama-nama geng yang unik, menyeramkan tak sedikit juga yang menggelitik.

Coba simak, geng Lelaki Penuh Dosa, Bagados kepanjangan ‘begadang anti dosa’, dan banyak lagi. Geng-geng itu, yang berdiri pada waktu itu, yang bisa jadi berasal dari kampung pinggiran, kampung elite, sampai asrama polisi dan tentara, yang dikenal dengan ‘anak kolong’.

Apakah mereka juga tawuran? Ya,ada juga, atau yang hanya sekadar geng gagah-gagahan saja, yang penting nggak ketinggalan zaman. Jadi,mereka berseteru diantara geng saja, mengadu gengsi, siapa yang kuat di zamannya.

Nggak seperti sekarang ini, sebagian geng motor, misalnya bersenjata seperti mau perang, dan bukan sekadar tawuran, tapi juga membegal dan merampok. Sadis, seperti geng motor Gabores, Gabungan Bocah Reseh membunuh pejalan kaki, yang juga jadi saran perampokan para pelaku.

Geng motor, Gabungan Bocah Reseh, memang sengaja menempatkan diri mereka pada hal yang nggak baik. Reseh itu artinya biang kerok, nakal selalu bikin ribut. Ya, pokoknya nggak jauh dari hal-hal keburukan. Bahwa, mereka juga diketahui suka mengkonsumsi miras, dan obat-obatan terlarang. Itulah yang membuat para Reseh ini berani mati, bahkan nekat dan tak punya belas kasihan. Menebas korban dengan senjata clurit besar untuk melumpuhkan lawan, korban kejahatannya. Sadis, sekali lagi sadislah!

Lagi-lagi, kalau ditanya ini tanggung jawab siapa untuk memberantas geng yang mengerikan. Karena para pelakunya kebanyak masih belia, bahkan ada yang masih pelajar SMP, maka orang tualah yang paling bertanggung jawab. Setelah itu yang berwajib tegas menindak, jangan ragu. Daripada terlambat, bahaya bagi si pelaku dan juga orang lain, karena tindakan mereka nekat dipengauhi narkoba dan miras?

Ayolah nggak usah tunggu nanti! Sekarang waktunya, ganyang tuh geng motor! -massoes