Tuesday, 19 March 2019

Bekasi Cetak Ribuan E-KTP Bagi yang Belum Pernah Memiliki

Kamis, 14 Maret 2019 — 19:53 WIB
Pencetakan KTP elektronik di Disdukcapil Kabupaten Bekasiu, khusus untuk mereka yang datanya Print Ready Record (PRR) atau belum pernah memiliki KTP-el. (saban)

Pencetakan KTP elektronik di Disdukcapil Kabupaten Bekasiu, khusus untuk mereka yang datanya Print Ready Record (PRR) atau belum pernah memiliki KTP-el. (saban)

BEKASI – Puluhan pegawai pada seksi kependudukan di tiap kecamatan, dikerahkan untuk mencetak Kartu Tanda Penduduk-Elektronik  (KTP-el), di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi.

Pencetakan itu sendiri khusus bagi warga wajib KTP-el , tetapi belum memiliki, ”Kalau istilahnya, mereka yang datanya PRR (Print Ready Record), yang didahulukan dicetak,” ujar Giri Waluyo, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Kamis (14/03/2019).

Warga yang datanya PRR itu, menurut Giri, sama sekali belum memiliki KTP-el, namun sudah melakukan perekaman data dan biometri.

“Nantinya, setelah dicetak dibagikan ke tiap desa atau kelurahan lalu diteruskan ke warga,” jelas Giri, sambil menyatakan mereka yang merasa belum pernah memiliki KTP-el, menunggu saja di rumah.

Sementara itu dari data jumlah warga yang belum memiliki KTP-el terbanyak di Kecamatan Tambun Selatan dan terkecil di Kecamatan Muaragembong. Di Kecamatan Tambun Selatan masih ada 33.500  lebih, warga yang belum pernah memiliki KTP-el dan pencetakannya pun dilakukan di Kemendagri Jakarta.

“Karena Tambun Selatan jumlahnya banyak, jadi dicetak di Dirjen Kependudukan Kemendagri,” ujar Azis, S, Kasie Kependudukan Kecamatan Tambun Selatan.

Menurutnya kalau dilakukan di kecamatan maupun di Disdukcapil, tidak kekejar, “Kita hanya punta target sampai 20 Maret mendatang, tidak mungkin dicetak di daerah,” tandasnya.

Mubazir

Sementara itu sejumlah kepala desa berharap tidak hanya mereka masuk katagori PRR yang dapat disegerakan dicetak, “Banyak  warga yang sudah mondar-mandir ke kecamatan, terus diganti Suket lagi,” ujar Idi Rohidi, Kepala Desa Mangunjaya, Tambun Selatan.

Menurutnya data PRR itu bisa saja mereka berubah, karena meninggal dunia, ganti status, pindah tempat tinggal, “Karena kalau yang datanya PRR tidak mengajukan, berarti ada perubahan data. Percuma saja dicetak dan akan mubazir kalau pun jadi,” imbuh Idi Rohidi.

Hal serupa juga disampaikan Jaut S Winata, Kepada Desa Tambun, dia menuturkan mestinya yang dilayani yang sudah mengajukan, karena mereka butuh.

“Lihata saja nanti, banyak yang mubazir, karena sekarang mereka sudah merubah datanya atau pindah domisili,” jelas Jaut, sambil mengatakan biasanya kalau begini aparat di desa yang menjadi omelan warga. (saban/win)