Wednesday, 22 May 2019

Diduga Ada Praktek Prostitusi, Pengelola Apartemen Gerebek Kamar Penghuni

Kamis, 14 Maret 2019 — 22:50 WIB
Wanita yang diamankan dari Apartemen Kebagusan City

Wanita yang diamankan dari Apartemen Kebagusan City

JAKARTA– Tidak ingin Apartemen Kebagusan City di Pasar Minggu, Jakarta Selatan dicemari perbuatan tidak senonoh, pengelola menggerebek sendiri penghuni yang diduga menjalankan praktek prostitusi.

 

Penggrebekan dibantu oleh staf Kelurahan Kebagusan, Babinkamtibmas dan Polsek Pasar Minggu mengamakan delapan orang yang diduga terlibat pelacuran, Kamis (14/3/2019) malam WIB . Tiga orang terdiri dari dua perempuan dan satu pria diduga mucikari diamankan.

Sedangkan lima orang lainnya adalah cewek yang diduga pelacur dan pria hidung belang. Mereka tengah didata dan jika ditemukan unsur pidana akan diproses secara hukum dan diserahkan ke Polsek Pasar Minggu.

Informasi yang diperoleh, penggrebekan dilakukan karena pengelola curiga terhadap aktivitas beberapa orang yang ada di apartemen itu saat dipantau melalui CCTV.

Menurut Bernard, Kepala Keamaman Apartemen Kebagusan City, selama ini secara rutin pihaknya sudah beberapa kali melakukan operasi antinarkoba dan prostitusi online diapastemen tersebut.

Pengelola juga memantau kegiatan penghuni lewat CCTV, mereka mencatat penghuni dengan gerak-gerik mencurigakan.

Seperti Kamis malam ini pengelola melihat ada beberapa orang beberapa kali membawa pria ke kamar.

Merasa curiga pengelola lalu menghubungi Lurah dan Polsek Pasar Minggu. Bersama aparat keamanan, pengelola menggrebek kamar yang ada di tower 10

Setelah dibawa ke posko, tim kemudian bergerak ke kamar berikutnya dan mengamankan tiga perempuan dan satu pria yang diduga muncikari.

Satu wanita lagi ditangkap sedang melayani pelanggan di kamar lantai 10 Tower C. Dia mengaku berasal dari Solo dan sudah tujuh bulan menyewa satu unit apartemen tersebut.

Dari hasil pemeriksaan mereka memperdagangkan sendiri dirinya dengan tarif variatif.Seluruh pelaku prostitusi online itu menawarkan jasa esek-esek lewat aplikasi Wechat dan Twitter. Mereka mematok tarif hingga Rp 1 juta rupiah untuk satu jam.
Lurah Kebagusan Leo Yudhantara menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah pengelola Apartemen Kebagusan City yang peduli dengan bahayanya narkoba dan prostitusi online.

“Yang dilakukan pengelola luar biasa. Tahu kemajuan perubahan yang tidak online menjadi online. Menjebak melalui sebagai konsumen. Barbuk sudah cukup jelas dan kita akan serahkan ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan,” kata Leo.
“Harapan kami kondisi ini yang kami harapkan menciptakan kondisi tidak ada narkoba dan prostitusi. Membersihkan dari hal yang negatif itu,” Leo menandaskan.(B)