Wednesday, 22 May 2019

Dugaan Prostitusi di Apartemen dengan Tarif Rp 1 Juta

Kamis, 14 Maret 2019 — 23:18 WIB
Sembilan orang diamankan dari kamar di Apartemen Kebagusan City

Sembilan orang diamankan dari kamar di Apartemen Kebagusan City

JAKARTA– Dari hasil pendataan ternyata ada sembilan orang di mana dua laki-laki dan tujuh perempuan diamankan petugas di Aparteman Kebagusan City, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019) malam. Penangkapan ini dilakukan karena disinyalir akan melakukan prostitusi.

Penggerebekan prostitusi online dilakukan oleh pihak apartemen dengan dibantu Satpol PP Kelurahan Kebagusan, Babinkamtibnas dan Polsek Pasar Minggu. Hingga saat ini kesembilan orang tersebut diantaranya dua mucikari dan tujuh wanita anak buahnya masih menjalani pemeriksaan.

Lurah Kebagusan, Leo Yudhantara Harahap mengakui pihaknya bersama tim gabungan menggelar operasi di Apartemen Kebagusan City. “Pengrebekan ini kami lakukan setelah adanya informasi dari warga masyarakat dan pengelola aparteman. Atas laporan itulah kami membentuk tim langsung melakukan penyisiran, “kata Leo Yudhantara Harahap, Kamis (14/3) malam.

Menurutnya, operasi ini dimulai sekitar pukul 19.00 dalam sasaran pertama diamankan dua perempuan. Selanjutnya kembali menyisir ke kamar berikutnya dan mengamankan tiga perempuan dan satu pria yang diduga muncikari.

Satu wanita lagi ditangkap sedang melayani pelanggan di kamar lantai 10 Tower C. Dia mengaku berasal dari Solo dan sudah tujuh bulan menyewa satu unit apartemen tersebut.

Seluruh terduga pelaku prostitusi online itu menawarkan jasa esek-esek lewat aplikasi Wechat dan Twitter. Mereka mematok tarif antara Rp 900 hingga Rp 1 juta rupiah untuk satu jam.

Lurah juga menambahkan, memang pihaknya bersama pengelola aparteman rutin melakukan operasi antinarkoba dan prostitusi online. Bahkan pihak pengelola juga melakukan pengawasan melalui kamera CCTV.

“Menurut catatan pengelola aparteman, penghuni tersebut gerak-gerik sangat mencurigakan. Mereka yang diamankan tersebut memperdagangkan sendiri dirinya dengan tarif variatif, “tambahnya.

Dalam pemeriksaan mereka ngaku hanya berapa kalinya. Tapi hasil dari CCTV, semalam bisa empat kali naikkan laki-laki (ke kamar). Atas dasar itulah pihak aparteman melaporkan dan melakukan pengrebekan.

Lurah Kebagusan juga mengapresiasi langkah pengelola Apartemen Kebagusan City yang peduli dengan bahayanya narkoba dan prostitusi online. Maka dari ini pihaknya sangat mendukung langkah pengelola.

“Dalam operasi ini kami mengamankan barang bukti uang, telepon selular dan alat kontrasepsi. Mereka yang diamankan ini rencananya akan dibawa ke panti sosial,”imbuhnya. (wandi/b)