Wednesday, 22 May 2019

Kakek Lupa Nikmat Iman Berat ke Nikmat Ponakan

Kamis, 14 Maret 2019 — 6:40 WIB
penakan

DALAM usia nyaris kepala 7, mestinya Mbah Kardi, 68, lebih cenderung ke nikmat iman. Tapi karena pengaruh setan, dia malah jadi berat ke nikmat……ponakan. Maka Nurul, 16, meski ponakan sendiri berulang kali dibuat penak-penakan. Ketika si ABG hamil, barulah skandal si kakek ini terbongkar.

Dalam setiap khotbah Jumat, khatib selalu menyerukan pada jemaah untuk mensyukuri nikmat iman, nikmat umur panjang yang diberikan Allah Swt. Sebab Allah telah menjanjikan yang bisa mensyukuri segala nikmat Allah akan ditambahkan nikmat-nikmat-Nya. Sebaliknya bagi yang kufur nikmat, Allah mengingatkan: adzabun syadid (siksanya amat pedih).

Mbah Kardi warga Tumpang, Malang, setiap Jumatan di mesjid juga sering mendengar seruan itu. Tapi karena setan selalu mbujuki (memperdayakan), jin Iprit justru memprovokatori, “Nikmat ponakan lebih josss lho mbah!” Rupanya si setan memang tahu akan hobi Mbah Kardi belakangan, suka blusukan ke kamar ponakannya, Nurul. Padahal mestinya blusukan itu niru presiden Jokowi, ke kampung-kampung untuk mengetahui suara rakyat sesungguhnya.

Nurul selama ini memang tinggal di rumah neneknya, yang kebetulah juga bersebelahan dengan Mbah Kardi yang sudah lama hidup menduda. Sebetulnya sebagai kakek yang masih merasa rosa-rosa macam Mbah Marijan, dia ingin menikah lagi. Tapi sebagai duda miskin, mana laku? Biar sudah tua, jika kaya raya pasti mudah cari artis sinetron sejuta episode.

Karena melalui jalur resmi sudah tak memungkinkan, terpaksa Mbah Kardi menggunakan jalur independen, yakni nggrumut ABG Nurul yang masih ponakan sendiri. Sebetulnya ini memalukan, tapi setan selalu mempengaruhi. “Nikmat ponakan justru lebih josss lho mbah!”

Dalam masa pertumbuhan Nurul memang sudah kelihatan kecantikannya. Maka di kala rumah Nurul sepi, diam-diam Mbah Kardi blusukan ke kamar Nurul. Ternyata simbah masih pakar merayu juga, seperti Pendita Durna dalam kisah perwayangan. Bedanya adalah, yang dirayu Durna adalah kuda penjelmaan bidadari Wilutama, yang dirayu Mbah Kardi justru ponakan sendiri.

Tanpa banyak diplomasi, Nurul bisa bertekuk lutut dan berbuka paha. Sejak itu asal ada peluang selalu blusukan ke kamar sang ponakan. Skandal ini baru ketahuan ketika tiba-tiba Nurul hamil. Ditanya warga, mengakulah bla bla…..bahwa pelakunya Mbah Kardi. Kakek celamitan itu langsung ditangkap. “Seingat saya baru 3 kali, kok hamil juga ya.” Kata Mbah Kardi di depan polisi.

Tiga kali atau berkali-kali mbah? (Gunarso TS)